Pasar Uang

Efek Perang Dagang, Rupiah Masih Melemah: Penjelasan Analisis Pasar Uang

Efek Perang Dagang, Rupiah Masih Melemah: Penjelasan Analisis Pasar Uang.

Efek Perang Dagang, Rupiah Masih Melemah: Penjelasan Analisis Pasar Uang
thinkstockphotos
Ilustrasi. Meski melemah, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak seanjlok penutupan perdagangan kemarin. 

Bea masuk tambahan yang dieksekusi AS menjelang akhir pekan kemarin telah membahayakan kepentingan kedua negara serta tak sesuai dengan ekspektasi dari dunia internasional.

Konsensus yang dihimpun memperkirakan bahwa neraca dagang Indonesia membukukan defisit senilai 500 juta dollar AS.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Meski melemah, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak seanjlok penutupan perdagangan kemarin.

Penyebab utama sepertinya datang dari China yang tampaknya tak gentar melawan Amerika Serikat (AS) saat pekan lalu meningkatkan tarif impor barang China sebesar 25 persen.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (14/5), yang dilansir Kontan, rupiah ditutup melemah tipis 0,08 persen di level Rp 14.434 per dollar AS.

WNI di Taipei Mengenang Tragedi Kerusuhan Mei 1998: Saya Tetap Cinta Indonesia

Sementara dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah cukup dalam sebesar 0,57 persen di level Rp 14.444 per dollar AS.

Dalam sebuah pernyataan, China menyebut bahwa bea masuk tambahan yang dieksekusi AS menjelang akhir pekan kemarin telah membahayakan kepentingan kedua negara serta tak sesuai dengan ekspektasi dari dunia internasional.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan, meski posisi rupiah saat ini melemah tipis, tapi terbilang sudah mulai pulih.

China Balas Amerika Serikat, Pasar Saham Rontok: Trump Melunak Terhadap China?

Utamanya didukung oleh kebijakan dari Kementerian Keuangan China mengumumkan bahwa bea masuk bagi importasi produk asal AS senilai 60 miliar dollar AS akan dinaikkan menjadi 20 persen dan 25 persen, dari yang sebelumnya berada di level 5 persen dan 10 persen.

Nantinya barang-barang agrikultur menjadi sasaran dari pemerintah China.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved