Bulan Suci Ramadan

Yerusalem Berhias Lentera Selama Bulan Suci Ramadan

Old City Yerusalem berhias lentera selama bulan Suci Ramadan. Namun lentera tradisional mulai tergusur lentera buatan Tiongkok.

Yerusalem Berhias Lentera Selama Bulan Suci Ramadan
Electronic Intifada
Lentera atau fanous di Yerusalem 

Saat bulan Suci Ramadan tiba, malam di kota Yerusalem jauh lebih meriah dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Warga setempat tidak hanya memindahkan aktivitas dari siang ke malam, namun mereka juga menghias rumah dan lingkungan tempat tinggalnya.

Salah satunya dengan memasang lentera, yang mereka sebut fanous, dan hal ini sudah menjadi tradisi beratus-ratus tahun.

Sebagaimana diwartakan Egypt Independent, tradisi ini dimulai di Mesir pada tahun 358 Hijriah, ketika masyarakat Kairo menyambut Kalifah Al-Muizz li-Dinillah ke kota mereka.

Kalifah dari Dinasti Fatimid itu datang pada tanggal 5 Ramadan, dan sepanjang kehadirannya di Kairo, masyarakat setempat terus menyalakan lentera.

Sejak saat itu, masyarakat Mesir menyalakan fanous, yang juga berarti cahaya, setiap Ramadan tiba.

Tradisi ini kemudian menyebar ke wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia.

VIDEO: Ngabuburit di Kota Tua Jakarta, Tidak Seramai Hari di Luar Ramadan

"Orang-orang memasang atau membawa fanous selama Ramadan, sebagai simbol kebaikan, karena cahaya juga berarti kebaikan. Selain itu cahaya membawa kegembiraan Ramadan," kata Najeh Bkerat, dari the Al Aqsa Academy for Science and Heritage.

Gadis kecil di Yerusalem membawa lentera saat Bulan Ramadan
Gadis kecil di Yerusalem membawa lentera saat Bulan Ramadan (Pinterest)

Pada awalnya, tampilan fanous sangat sederhana, hanya berbentuk kotak polos tanpa hiasan.

Namun, lama-kelamaan fanous dibuat dengan sangat indah, menggunakan motif hias berbentuk bunga, bintang, bulan sabit, dan kaligrafi.

Halaman
1234
Penulis: AC Pingkan U
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved