Berita Video

VIDEO: Eggy Sudjana Minta Polisi Tidak Mengingkari Jargon Promoter yang Dibuatnya Sendiri

karena anda sudah mengklaim profesional, modern, dan terpercaya. Jadi janganlah mengingkari jargonnya sendiri. Saya mau lihat nanti profesionalitasnya

Tersangka kasus makar, Eggi Sudjana akhirnya memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Senin (13/5/2019) sore.

Ia datang sekira pukul 16.40 bersama sekitar 5 orang tim kuasa hukumnya.

Eggi tampak tenang, dengan mengenakan kemeja putih dan peci warna hitam putih. Ditangannya tampak ada dua buah kitab suci Alquran yang dibawanya.

Dihadapan wartawan, Eggi mempersilakan satu persatu kuasa hukumnya memberikan pernyataan terkait kasusnya dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Mereka intinya mengecam penetapan status tersangka Eggi dengan berbagai argumen.

Eggi menuturkan ia mau melihat sampai dimana profesionalitas polisi dalam menangani kasusnya.

Pengamat Pendidikan Sebut Iklan Game Online Keterlaluan, Melecehkan Profesi Guru

"Kita minta bapak polisi objektif karena anda sudah mengklaim profesional, modern, dan terpercaya. Jadi janganlah mengingkari jargonnya sendiri.
Saya mau lihat nanti profesionalitasnya sampai dimana," kata Eggi di Mapolda Metro Jaya, Senin sore.

Ia berharap pemeriksaan atas dirinya berjalan lancar. "Tapi kalau hari ini enggak ditahan, ya Alhamdulilah. Kalau ditahan ya ini berarti kriminalisasi terjadi, artinya polisi tidak profesional, tidak modern dan tidak terpercaya," kata Eggi.

Ia menjelaskan dalam kasus ini sebelumnya ia sudah dimintai klarifikasi. "Kalau minta klarifikasi saya sudah kasih klarifikasi dan diperiksa 13 jam. Sebagau saksi tidak perlu berpendapat. Oleh karena itu klarifikasi apa lagi yang diminta. Tapi ternyata sekarang jadi tersangka," kata Eggi.

"Kalau jadi tersangka ini serius dan kita sudah lakukan praperadilan," katanya.

Eggi menuturkan dirinya memutuskan memenuhi panggilan penyidik karena selain sebagai aktivis ia juga sebagai advokat yang memahami bahwa panggilan polisi itu tidak boleh dihindari.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved