People Power

Tokoh Agama di Bekasi Tolak Ajakan People Power

Sejumlah tokoh Islam di Kota Bekasi menolak ajakan people power untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Tokoh Agama di Bekasi Tolak Ajakan People Power
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Unjuk rasa ini diinisiasi oleh mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen ini juga ingin membuktikan bahwa 'People Power' bukan sebuah bentuk unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintahan. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM --   Sejumlah tokoh Islam di Kota Bekasi menolak ajakan people power untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Seperti yang diungkapkan oleh H. Muhammad Barkatullah dari Yayasan Pendidikan Al Barkah, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Barkatullah meminta kepada masyarakat untuk tetap sabar dan menolak ajakan untuk people power ke Jakarta.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati dan patut diperjuangkan," kata Barkatullah pada Senin (13/5).

Menurut dia, bangsa tidak perlu terkoyak akibat kepentingan politik yang membahas mengenai urusan duniawi.

Kata dia, ada yang lebih penting dari segalanya, yakni akhirat setelah dunia berakhir. "Perbedaan pandangan terutama mengenai politik harus kita hargai," ujarnya.

Senada diungkapkan oleh Ustad Badeng Saputra dari Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Badeng mengatakan, demi NKRI sebaiknya masyarakat saling menjaga persatuan dan kesatuan.

Apalagi gerakan people power bertentangan dengan nilai demokrasi yang menjunjung tinggi perbedaan.

"Mari kita berikan yang terbaik untuk bangsa ini dengan menjaga persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Sementara itu Ustad Wahab dari Pekan Dakwah Sunan Kalijaga Kecamatan Bekasi Utara, mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh penyelenggara pemilu yang berjuang untuk merampungkan proses rekapitulasi surat suara.

Dia juga mengapresiasi upaya pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian maupun TNI yang rela bersiaga selama 24 jam.

"Kami ucapkan terima kasih kepada mereka karena telah menyelenggarakan pemilu yang aman, tertib, jujur, transparan dan demokrasi," kata Wahab. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved