Komunitas

Ratusan Fotografer dan Videografer Penikahan Ngumpul di Gathering IWPC

Bertemakan, “The Biggest Wedding Photographer Gathering in Indonesia” acara diadakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat, pada Sabtu, (11/5/2019).

Ratusan Fotografer dan Videografer Penikahan Ngumpul di Gathering IWPC
istimewa
Gathering Indonesia Wedding Photography Community 

Ratusan fotografer dan videografer pernikahan berkumpul bersama di kegiatan gathering Indonesia Wedding Photography Community (IWPC) yang kedua kalinya digelar.

Bertemakan, “The Biggest Wedding Photographer Gathering in Indonesia” acara diadakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat, pada Sabtu, (11/5/2019).

Acara yang diadakan dalam rangka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan ini merupakan kegiatan tahunan IWPC untuk berkumpul sesama profesi fotografer dan pebisnis fotografi pernikahan di Indonesia.

Indonesia Wedding Photography Community
Indonesia Wedding Photography Community (istimewa)

“Ini adalah acara tahunan untuk kedua kalinya dimana tahun ini ada peningkatan jumlah rekan-rekan yang hadir, tahun ini sekitar 200 orang hadir dari berbagai kota di Indonesia, bahkan ada teman yang dari Papua, Pontianak, Jember, dan Bali,” ujar Hisyam Sajin selaku Ketua Acara IWPC Gathering ke-2 dalam siaran persnya.

Acara ini diisi dengan berbagi ilmu, antara lain Boy Malauna CEO BeWhyDigital, Julian Somadewa Founder & Photographer Julian Somadewa Photography, Ari Juliao Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Tito Rikardo Founder & Photographer The Uppermost Photography.

Ari Juliano dari BEKRAF menjelaskan tentang pentingnya sebuah kontrak bagi pekerja lepasan dan juga pebisnis fotografi pernikahan untuk menentukan Hak dan Kewajiban masing-masing pihak.

Indonesia Wedding Photography Community
Indonesia Wedding Photography Community (istimewa)

“Setiap dari foto yang diperoleh mempunyai Hak Kekayaan Intelektualnya. Maka dari itu fotografer sudah harus berfikir dan menyiapkan kontrak agar memudahkan kedepanny,” ujar Ari Juliano.

Sedangkan Boy Maulana menjelaskan pentingnya mempunyai “toko” di dunia maya bagi seorang fotografer dan pebisnis fotografer.

Lewat berbagai kanal digital, seorang fotografer dapat mengatur dan mengarahkan target audiencenya masing-masing ke dalam kanal tersebut.

Sedangkan Julian Somadewa menjelaskan bahwa ia harus bertahan dan berkembang dalam pasar “pedesaan”.

“Branding adalah yang paling utama untuk dapat bertahan dan berkembang,” ujar Julian.

Indonesia Wedding Photography Community
Indonesia Wedding Photography Community (istimewa)

Tito Rikardo menceritakan bagaimana awal mula The Uppermost Photography hingga dapat sesukses ini.

Materi acara ditutup dengan tanya jawab Bersama Ali Umar dari Alienco Photography dan juga selaku Admin Indonesia Wedding Photography Indonesia (IWPC).

“IWPC miliki misi memajukan industri fotografi khususnya fotografi pernikahan di Indonesia,” ujar Ali.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved