Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Perang Sarung. Bukan Perang Sarung Biasa karena Diisi Batu Ujungnya

Saat diperiksa, mereka sudah mempersiapkan sejumlah sarung yang sudah diikat dan di bagian ujungnya tersimpan batu

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Perang Sarung. Bukan Perang Sarung Biasa karena Diisi Batu Ujungnya
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sebanyak 18 pelajar SD dan SMP di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi digelandang polisi pada Ahad (12/5/2019) dini hari karena hendak menggelar tawuran sarung di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kandang Roda, Desa Sukadami. 

Sebanyak 18 pelajar SD dan SMP di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi digelandang polisi pada Ahad (12/5) dini hari.

Mereka diamankan karena hendak menggelar tawuran sarung di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kandang Roda, Desa Sukadami.

Setelah Jakarta dan Bogor, Giliran Bekasi Dilanda Macet Parah. Ini Langkah Atasi Kemacetan

Jelang Laga Hiburan Lawan Shan United Rabu (15/5), Bruno Matos Anggap Sebagai Persiapan Liga 1

Persib Coret 2 Pemain, Termasuk Anggota Timnas, Kemungkinan Dipinjamkan ke Klub Lain, Ada Apa?

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro mengatakan dari hasil pemeriksaan, sarung tersebut berisi batu di bagian ujungnya untuk digunakan sebagai alat melukai lawannya.

"Kalau kena kepala orang bisa berbahaya ini, bisa mengakibatkan luka parah bahkan kematian," kata Alin pada Senin (13/5).

Alin mengatakan, mereka diamankan berkat informasi masyarakat yang resah dengan keberadaannya karena berkumpul tanpa tujuan jelas.

BREAKING NEWS: Batasi Ruang Gerak, Pomdam Sebar Foto Prada DP Kaitan Kasus Mutilasi Kasir Indomaret

Polisi bergegas ke lokasi dan menemukan indikasi adanya upaya untuk menggelar tawuran.

"Saat diperiksa, mereka sudah mempersiapkan sejumlah sarung yang sudah diikat dan di bagian ujungnya tersimpan batu," ujar Alin.

Kapolsek mengaku prihatin dengan aksi para bocah itu, karena usia mereka masih anak-anak dari 12 tahun sampai 15 tahun. Seharusnya, kata dia, orangtua mengawasi pergaulan anak-anaknya agar mereka tidak melakukan hal yang membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri.

"Tawuran itu tidak hanya melukai orang lain, tapi pelaku yang terlibat dalam tawuran itu sendiri. Misalnya dia bisa saja terkena benda tajam atau benda tumpul dari aksi itu," kata Alin.

Hanya Kebagian 30 Persen Penghasilan Pajak, Wali Kota Ini Sebut Wajar Peningkatan Jalan Lambat

Kepala Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan Iptu Jefri mengatakan, oleh petugas mereka langsung mendapat pembinaan dan diminta meneken surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

Selain itu, orangtua mereka juga dipanggil untuk diberikan pemahaman tentang bahaya tawuran sekaligus menjemput mereka di Kantor Polsek Cikarang Selatan.

"Kita lakukan pendekatan dulu, tapi kalau mereka kembali berulah bahkan sampai ada yang luka atau meninggal dunia, tentunya akan kami tindak," ujar Jefri.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved