Pasar Properti Diyakini Membaik Usai Pemilu, Triniti Land Bakal Luncurkan Proyek Baru

Marc’s Boulevard Batam adalah mix used yang dibangun di lahan seluas 23 hektar yang terdiri dari 5 distrik. Pengembangannya dibagi dalam 3 fase.

Pasar Properti Diyakini Membaik Usai Pemilu, Triniti Land Bakal Luncurkan Proyek Baru
istimewa
Triniti Land (PT Perintis Triniti Properti) merayakan 10th Anniversary di Atrium Mall Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/05/2019). 

Pasar properti diyakini kembali membaik usai pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satu pengembang besar, Triniti Land, bahkan menyiapkan project baru di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

“Kami percaya bahwa setelah Pilpres itu, 6 bulan sampai setahun, pasar properti pasti akan bounce back (melambung kembali—red). Sudah empat periode Pilpres, 6 bulan sampai setahun, pasti akan bounce back. Makanya ada beberapa hal yang sedang  kami siapkan project baru, salah satunya di Batam,” ungkap Chief Executive Officer Triniti Land, Ishak Chandra, di Jakarta, Minggu (12/5/2019)

Ishak Chandra menyebut, proyek baru bernama Marc’s Boulevard Batam itu akan diluncurkan pada bulan Juli tahun ini atau selambatnya Agustus 2019. Groundbreaking proyek tersebut kemungkinan besar juga akan dilakukan tahun ini.

Ishak menjelaskan, Marc’s Boulevard Batam adalah mix used yang dibangun di lahan seluas 23 hektar yang terdiri dari 5 distrik. Pengembangannya dibagi dalam 3 fase. Setiap fase itu memakan waktu kurang lebih 4-5 tahun.

“Total growth development value (GDV) untuk proyek Batam itu kurang lebih antara Rp5 triliun hingga Rp7 triliun. Kami sudah lakukan pre-sale sekarang. Dari pre-sale itu sudah terjual 45-50 persen,” bebernya. .

Triniti menggandeng partner lainnya untuk mengembangkan proyek tersebut dengan  komposisi 70:30. Fase pertama, akan dibangun  kondovila dan shop house dengan harga mulai Rp400 jutaan hingga Rp6 miliar.

“Untuk kondovila dari 240 unit, baru launch 130 unit. Sampai April sudah 50-an unit yang terjual, tapi dari 50 unit itu valuenya 45-50 persen. Jadi yang terserap itu, kami punya penthouse sudah habis. Paling kecil harga penthouse Rp 2 M. Dua tower sudah habis. Ada dua orang ambil seharga Rp5-6 Miliar,” kata Ishak.

Menurut Ishak, produk Triniti Land di Batam itu, kelasnya berbeda dari project properti pada umumnya, karena mereka membangun proyek tersebut bukan sekedar untuk investasi, tapi untuk dihuni.

“Kalau orang bangun 40-60 persen tanahnya, kami bangun 20-25 persen. Orang bangun fasilitasnya sedikit, kami bangun fasilitasnya lebih luas. Orang bangun high rise, kami bangun low rise,” terang Ishak.

Ishak menyebut Batam sebagai salah satu kota yang pertumbuhan populasi paling cepat, 8-11 persen per tahun, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Pembangunan infrastruktur di kota itu juga salah satu yang paling kencang. Keunggulan lainnya, Batam masih menjadi free trade zone, dan dekat dengan Singapura.

Selain menginisiasi proyek baru, Triniti Land tahun ini juga tengah menyelesaikan beberapa proyek seperti Collins Boulevard dan The Smith. “Untuk Collins, kami baru saja menyelesaikan tahap fondasi, pengerjaannya makan waktu enam bulan. Saat ini kami sedang proses untuk tender main contractor yang akan kami mulai setelah Lebaran,” kata Vice President Triniti Land, Bong Chandra.  

Sementara untuk proyek The Smith, Direktur Trinitri Land, Kevin Jong jelaskan bahwa saat ini pengerjaan proyek itu yang dilakukan PT Total Bangun Persada, progres pembangunannya sangat cepat. “Lebih cepat dari apa yang kami jadwalkan. Jadi mungkin pertengahan tahun depan sudah bisa hand over. Mungkin akhir tahun ini bisa topping off,” ujarnya.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved