Kesehatan

Hati-hati, Demam Menyerang Anak Tanda Penyakit Kawasaki Berpotensi Menyerang Jantung

"Sebab jika tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit Kawasaki dapat mengalami kerusakan jantung permanen."

Hati-hati, Demam Menyerang Anak Tanda Penyakit Kawasaki Berpotensi Menyerang Jantung
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Dr dr Najib Advani SpA (K) MMed, dokter spesialis anak konsultan jantung dari RS Omni Alam Sutera 

WARTA KOTA, ALAM SUTERA --- Anak-anak khususnya balita kerap menderita demam. Orang tua harus tetap waspada terhadap demam yang menyerang sang buah hati.

Apalagi jika demam itu disebabkan karena penyakit kawasaki.

Alasannya, jika  tidak segera ditangani, penyakit Kawasaki akan menyerang jaringan jantung. Bahkan jika tidak tuntas pengobatannya akan menetap hingga dewasa.

Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang ditandai peradangan pada pembuluh darah pada tubuh. Termasuk pembuluh darah koroner pada Jantung.

Penyakit itu umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Di Indonesia diperkirakan angka kejadian Penyakit Kawasaki adalah 5000 kasus per tahun.

Pasien yang terdiagnosis baru 150-200 kasus per tahun. Sering ditemui anak usia di bawah 4 tahun (80 persen).

”Melihat banyaknya Penyakit Kawasaki yang belum terdiagnosis, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala penyakit ini," ucap  DR dr Najib Advani, SpA(K), MMed (Paed).

Bayi Sakit Demam Malah Diamputasi Jari Tangannya

Putra Bungsu Wiranto Sakit Demam Sebelum Meninggal

Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung yang ahli menangani penyakit kawasaki ini menjelaskannya di seminar bertema 'Mengenal Penyakit Kawasaki' di Auditorium Omni Hospitals Alam Sutera, Sabtu (27/4/2019).

"Sebab jika tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit Kawasaki dapat mengalami kerusakan jantung permanen," tutur Dr Najib lagi.

Dia memerkirakan, ada sekitar 5.000 anak kena penyakit Kawasaki tiap tahunnya. Dari jumlah itu 20 persennya mengalami kerusakan koroner atau sekitar 1.000/tahun.

Namun,  sampai saat ini penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti sehingga diagnosis yang benar hanya bisa ditegakkan berdasarkan gejala fisik  serta pengalaman dokter yang memeriksa.

Apalagi, gejala penyakit Kawasaki menyerupai gejala penyakit yang umum diderita anak-anak seperti campak, infeksi virus, dan gondongan yang membuat dokter salah diagnosis.

Kendati berbahaya, para ahli mengatakan bahwa penyakit ini tidak menuIar seperti baik melalui pernafasan dan sentuhan.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved