Sudah 4 Petugas KPPS di Depok Meninggal Duniasetelah Mengawal Rangkaian Pemilu Serentak

KPPS yang meninggal dunia setelah mengawal tahapan Pemilu serentak 2019 di Kota Depok telah mencapai empat orang.

Sudah 4 Petugas KPPS di Depok Meninggal Duniasetelah Mengawal Rangkaian Pemilu Serentak
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ilustrasi pemakaman anggota KPPS di kawasan Depok. 

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia setelah mengawal tahapan Pemilu Serentak 2019 di Kota Depok telah mencapai empat orang.

Sebelumnya, hanya dua orang petugas KPPS di Depok yang diketahui meninggal dunia.

Mereka adalah Niman Muslim, petugas KPPS TPS 15 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, serta Ahmad Fauzi, petugas KPPS TPS 65 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.

Ternyata, ada dua orang lagi anggota KPPS yang gugur.

Keduanya adalah Arin, anggota KPPS TPS 10 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, dan Muhammad Rosidi, anggota KPPS TPS 113 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

"Totalnya ada empat petugas KPPS meninggal dunia," kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, Rabu (8/5/2019).

Nana mengatakan, dua petugas KPPS yang disebut terakhir meninggal dunia diduga karena sakit atau kelelahan setelah mengawal pelaksanaan Pemilu 2019. Sebelumnya mereka juga telah mendapatkan perawatan medis.

"Muhammad Rosidi, anggota KPPS TPS 113 Kelurahan Mekarjaya meninggal dunia pada 30 April dan Arin, anggota KPPS TPS 10 Kelurahan Meruyung meninggal pada akhir bulan April lalu," jelas Nana.

Nana menambahkan, para pahlawan demokrasi akan mendapatkan bantuan santunan dari Pemerintah Kota Depok serta KPU RI. Untuk bantuan dari Pemerintah Kota Depok, katanya, sedang diproses oleh Pemkot Depok.

"(Santunan) sudah direspon tapi yang minta dari ahli waris. KPU Pusat akan memberikan santunan tapi sedang dibahas mekanisme juknas-juknis dan Kementrian Keuangan menyetujui. Termasuk juga anggota yang sakit," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, berencana akan memberikan bantuan kepada anggota KPPS yang meninggal dunia melalui pos biaya tak terduga atau sumber lain yang memungkinkan.

"Kita lihat dari sisi dana tak terduga, karena dana itu belum masuk di perencanaan APBD 2019 yang dibahas tahun lalu. Tapi, kita (pemkot) mencari dana dari pos-pos lainnya dari APBD Depok," kata Idris di gedung DPRD Kota Depok, beberapa waktu lalu.

Idris menyampaikan, untuk mencegah petugas KPPS terus bertumbangan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengawal proses rekapitulasi suara di semua tempat, termasuk di lokasi rekapitulasi tingkat Kota.

Tak hanya memberikan fasilitas bantuan pemeriksaan, vitamin dan obat-obatan pun disediakan bagi para petugas rekapitulasi penghitungan suara hasil dari Pemilu 2019.

"Sudah berjalan petugas puskesmas memeriksa petugas KPU yang sedang bekerja menghitung hasil Pemili 2019," katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved