Pejalan Kaki Mengeluhkan Galian PDAM yang Dinilai Semrawut dan Diprotes Kalangan Warga

Penanaman pipa dengan cara menggali tanah di area pedestrian Jalan Raya Margonda dan sekitarnya dikeluhkan pejalan kaki.

Pejalan Kaki Mengeluhkan Galian PDAM yang Dinilai Semrawut dan Diprotes Kalangan Warga
Warta Kota/Gopis Simatupang
Galian pipa PDAM di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, dikeluhkan warga karena membuat jalan jadi semrawut. 

Sejak awal tahun, Pemerintah Kota Depok, melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta, melakukan pengembangan jalur pipa PDAM di sepanjang Jalan Raya Margonda dan sekitarnya.

Akan tetapi, penanaman pipa dengan cara menggali tanah di area pedestrian Jalan Raya Margonda dan sekitarnya dikeluhkan pejalan kaki.

Pejalan kaki memrotes lamanya waktu penggalian serta penutupan kembali bekas galian. Sudah begitu, warga kesal karena sisa galian tidak rapi.

Di beberapa titik masih tampak tumpukan karung berisi tanah.

"Kemarin katanya udah selesai, tapi ternyata masih ada yang digali lagi."

"Kapan selesainya? Jalan udah macet makin macet," kata Wahyu (29), seorang pejalan kaki, Rabu (8/5/2019).

Wahyu mengatakan, selain berperan menimbulkan macet, galian tanah di jalan protokol juga tidak elok dipandang mata.

"Ya, sebagai pejalan kaki kan saya pikir paling cuma sebulan dua bulan selesai. Tapi ini udah lima bulan enggak selesai juga, jadi kelihatan kumuh," ucap warga Cimanggis itu.

Warga lainnya, Reggy (40), menyebut, selain mengganggu karena bikin macet, galian tanah itu tak jarang menyebabkan pengguna sepeda motor maupun mobil terperosok.

"Udah berapa kali motor jeblos karena enggak tahu ada galian. Apalagi bekas tanahnya kan licin pas kena hujan, jadi banyak yang kepeleset juga," bilangnya.

Menanggapi keluhan pejalan kaki, Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta, Sudirman, mengatakan, pekerjaan merapikan bekas galian merupakan tanggung jawab kontraktor pelaksana, yaitu PT Tirta Sarana Mulia Teknologi.

"Memang mengganggu. Saya juga sudah meminta kepada kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki, tapi tak kunjung diperbaiki," kata Sudirman saat dihubungi wartawan.

Sudirman menekankan, PT Tirta Sarana Mulia Teknologi bertanggung jawab penuh dalam proses penanaman pipa milik PDAM, sekaligus mengembalikan kondisi bekas galian seperti sedia kala.

"Kami meminta agar perbaikan jalan bekas galian itu dijadikan prioritas pekerjaan oleh pelaksana," bilangnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved