Kabar Artis

Masih Diberikan Umur Panjang, Jodhy Bedjo Memutuskan Hijrah Sambil Berbuat Kebaikan Untuk Sesama

Serangan jantung yang dialami Jodhy Bedjo medio 2016 mengingatkannya untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan untuk dirinya, keluarga dan sesama.

Luthfi Khairul Fikri
Jodhy 'Super Bedjo' menceritakan pengalaman hijrah setelah mengalami serangan jantung medio 2016 di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). 

Busana yang dipakai presenter sekaligus komedian Jody Sumantri (49) atau lebih dikenal sebagai Jhody Bedjo kini tampak terlihat lebih agamis.

Perubahan itu dilakukan setelah salah satu personel grup vokal Super Bedjo itu mengalami serangan jantung medio 2016.

Setelah peristiwa itu, Jodhy seperti mendapat hidayah untuk hijrah dekat dengan Allah SWT.

Edwin (kiri) dan Jodhy 'Super Bedjo'
Edwin (kiri) dan Jodhy 'Super Bedjo' (tribunnews)

“Setelah kena serangan jantung, saya lalu suudzan ke Allah dan nggak terima dapat penyakit tersebut. Sejak saat itu saya memutuskan hijrah," kata Jhody Bedjo berbincang di Gedung TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Jodhy bahkan harus merogok koceknya dalam-dalam untuk menyembuhkan sakitnya itu, bahkan sampai ke ahli pengobatan alternatif. 

Hampir satu tahun Jodhy terus berupaya menyembuhkan sakitnya. Lantaran keterbatasan biaya, proses pemasangan ring pada jantungnya harus ditunda.

Dengar Ibunda Telah Tiada, Jodi Super Bejo Sempat Terguncang

Saat itu istri Jodhy menyarankan supaya ia melakukan salat tahajud selama 40 hari. "Agar rasanya lebih baik," ujar Jhody yang menyebutkan hal itu merupakan tanda kebaikan Tuhan padanya.

Sakit itu menjadi peringatan Tuhan untuk Jodhy. "Allah masih sayang. Banyak teman yang tidak dikasih kesempatan bersujud dan langsung diambil, kelar deh," jelas dia.

Jhody berjanji menjadi manusia yang lebih baik jika sembuh, terutama untuk keluarga dan sesamanya.

Jodhy 'Super Bedjo' menceritakan pengalaman hijrah setelah mengalami serangan jantung medio 2016 di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).
Jodhy 'Super Bedjo' menceritakan pengalaman hijrah setelah mengalami serangan jantung medio 2016 di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). (Luthfi Khairul Fikri)

"Gue masih ada PR supaya berbuat sesuatu yang lebih baik untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain kalau bisa," jelasnya.

Kesempatan memperbaiki diri ini harus dinikmati Jodhy sambil terus berbuat kebaikan.

“Sekarang saya ini pejuang jamaah. Dimana-mana lima waktu berjamaah itu diutamakan," kata Jodhy. (Luthfi Khairul Fikri)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved