World Rafting Championships 2019

Atlet Timnas Arung Jeram U-23 Menangis di Kantor Bupati Sukabumi

Bupati Bekasi Marwan Hamami membuat para atlet Timnas Arung Jeram U-23 Putri menangis bahagia.

Atlet Timnas Arung Jeram U-23 Menangis di Kantor Bupati Sukabumi
Federasi Arung Jeram Indonesia
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, bertemu dengan Timnas Putri Arung Jeram Indonesia 

Timnas Arung Jeram Indonesia kelas U-23 (Junior Women) akhirnya bisa berangkat ke Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championships/WRC) 2019 di Australia, setelah Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, membiayai sebagian besar pengeluaran tim.

Marwan menerima Timnas Putri U-23 ini di kantornya, Rabu (8/5), dan mendengarkan masalah keuangan yang dialami tim. Setelah mengetahui duduk permasalahannya, dia langsung merogoh kantong pribadinya, agar tim beranggota tujuh remaja putri ini bisa berangkat.

Mendengar keputusan Marwan ini, seluruh atlet di Tim Putri U-23 ini langsung menangis terharu sekaligus bahagia. Maklum, mereka hampir pasrah tak bisa berangkat karena kekurangan biaya. Tahun 2018 tim ini tak berangkat ke WRC di Argentina, juga dikarenakan masalah biaya.

Menurut Pelatih Timnas Putri U-23, Aceng Supendi, Marwan berpesan agar "Srikandi Sukabumi", julukan yang diberikan Bupati Sukabumi kepada tim U-23 Putri ini, menjadi juara di Australia besok. Keberhasilan itu tidak hanya membanggakan masyarakat Indonesia, tapi juga Kabupaten Sukabumi.

"Pak Bupati juga berpesan agar Srikandi Sukabumi ini menjadi duta Sukabumi di luar negeri, sehingga banyak orang dari seluruh dunia datang ke Sukabumi," kata Aceng.

UPDATE, Lubang Besar di Sukabumi Melebar Hingga Dua Kali Lipat. Ini Penjelasan Ahli Geologi ITB

Indonesia hanya mengirimkan tiga tim ke kejuaraan di Australia ini, yang akan berlangsung pada 8-13 Mei 2019. Selain Tim Putri U-23, berangkat pula Tim Putra U-19, dan Tim Open Men (Tim Umum Putra). Ketiga tim ini memang memiliki peluang mendulang medali.

Dua tahun lalu, tim yang beranggotakan Lista Natasya Peniawati (19), Siti Nurranti (17), Selawati Solihin (18), Nita Karlina (20), Siwi Widiastuti (20), Andara Risma (17), dan Dhika Aulia Qotrunada (17), merebut medali perunggu kelas Youth Women (U-19) di WRC 2017, yang berlangsung di Sungai Yoshino, Jepang.

Dua tahun sebelumnya lagi, mereka juga menduduki peringkat III di WRC 2015, yang berlangsung di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat.

Tahun ini, Lista dan kawan-kawan ditargetkan meraih medali emas, di kejuaraan yang akan digelardi Sungai Tully, Queensland. Rival terberat mereka adalah tim Junior Women dari Rusia, Selandia Baru, Republik Ceska, dan Argentina, yang naik podium di WRC 2018 di Argentina.

Menurut Aceng, kekuatan timnya ada di nomor Sprint. Namun dia juga menargetkan menang di nomor Head to head dan Downriver, sehingga mereka bisa menjadi juara umum.

"Kami berangkat dengan segala keterbatasan, namun kami ingin berjuang mati-matian untuk membuat masyarakat Indonesia bangga," katanya.

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) membantu mencarikan dana bagi semua tim yang akan berangkat. Namun setiap tim juga menggalang dana untuk timnya sendiri.

Menurut Aceng, pihaknya sampai berutang kepada beberapa pihak, demi bisa memberangkatkan tim ini. Salah satunya untuk membeli visa Australia.

Bantuan dari Marwan, kata Aceng, sangat membantu keuangan tim, namun belum menutup semua pengeluaran. Karena itu mereka memangkas beberapa mata anggaran, termasuk uang saku bagi atlet.

Penulis: AC Pingkan U
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved