Kanker Paru paru

Cara Sederhana dan Efektif Menghambat Kanker Paru-paru

Sebuah tindakan sederhana ternyata bisa membantu manusia mengendalikan perkembangan sel kanker paru-paru. Beberapa penelitian sudah membuktikannya.

Cara Sederhana dan Efektif Menghambat Kanker Paru-paru
google
Pita putih simbol untuk kanker paru-paru

Penyakit kanker paru-paru semakin menjadi momok di dunia ini, karena jumlah korbannya terus meningkat.

Namun ada sebuah tindakan sederhana yang bisa membantu manusia mengendalikan perkembangan sel kanker ini.

Kenali Tanda-tanda Awal Kanker Paru-paru pada Pria, Tangani Lebih Dini Harapan Hidup Meningkat

Data Globocan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, jumlah penderita kanker paru-paru sudah mencapai lebih dari 2 juta kasus pada tahun 2018,paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya. Bahkan melebihi angka kasus kanker payudara.
Angka kematian akibat kanker paru-paru juga naik, sebab pada tahun lalu tercatat 1,76 pasien meninggal dunia akibat kanker ini. Angka tersebut tiga kali lipat dari angka kematian akibat kaker payudara.

10 Buah dan Sayuran Terbaik yang Mengandung Vitamin C dan Mencegah Kanker

Di Indonesia, menurut data Globocan tersebut, kanker paru-paru berada di urutan ketiga tabel kasus kanker terbanyak di negara ini. Tercatat 12,4 orang dari 100.000 penduduk mengidap penyakit ini.

Fakta-fakta di atas memang sangat suram dan menyedihkan. Namun ada kabar baik untuk menghindar dari penyakit ini, atau paling tidak mengendalikan kanker paru-paru. Sebuah penelitian yang dilakukan di John Hopkins University di Amerika Serikat menemukan, gaya hidup aktif adalah kunci mengendalikan kanker.

Aktif yang dimaksud di sini adalah berolahraga secara rutin, karena aktifitas itu bisa menurunkan perkembangan sel kanker paru-paru sampai 77 persen. Bahkan, konsisten berolahraga juga bisa mengurangi risiko kematian akibat kanker usus besar sampai 89 persen.

"Penelitian kami adalah salah satu yang terbesar dan paling intensif, untuk melihat pengaruh kebugaran tubuh terhadap kanker," kaata Dr Handy Marshal, salah satu ilmuwan dalam penelitian tersebut, sebagaimana dilansir Daily Mail.

Kondisi Terkini Sutopo BNPB Setelah Vonis Kanker Paru dan Skoliosis, Unggah Kalimat - Foto Menangis

Penelitian John Hopkins ini menggunakan 49.143 orang partisipan, dan dilakukan pada tahun 1991 sampai 2009. Selama kurun waktu penelitian, kebugaran para partisipan diuji secara berkala dengan menggunakan mesin treadmill. Kemudian para peneliti memantau kehidupan partisipan selama tujuh tahun.

Selama penelitian berlangsung, 388 partisipan terkena kanker paru-paru, dan 220 lainnya memiliki tumor di usus besarnya. Sebanyak 282 partisipan yang menderita kanker paru-paru, dan 89 penderita kanker usus besar sudah meninggal dunia akibat penyakitnya.

Sementara,partisipan yang mengidap kanker paru-paru namun aktif berolahraga, memiliki risiko kematian 44 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak berolahraga. Sedangkan pengidap kanker usus besar yang rajin bergerak badan, dinilai memiliki risiko kematian 89 persen lebih kecil dari yang tidak berolahraga.

Halaman
123
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved