Kesehatan

Stres dan Insomnia Tingkatkan Risiko Kematian Tiga Kali Lipat Bagi Penderita Hipertensi

Lebih sedikit oksigen masuk ke organ tubuh menyebabkan jantung menjadi rusak seiring waktu karena meningkatnya beban kerja.

Stres dan Insomnia Tingkatkan Risiko Kematian Tiga Kali Lipat Bagi Penderita Hipertensi
TimesJobs
Ilustrasi stres di tempat kerja 

Lingkungan kerja yang penuh stres ditambah kurang tidur bisa berujung kematian.

Stres dan insomnia atau kurang tidur mengakibatkan risiko kematian karena bisa terkena serangan jantung tiga kali lebih tinggi pada penderita hipertensi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa stres dan insomnia memengaruhi kesehatan penderita hipertensi.

Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan pasien lainnya yang tidur nyenyak dan tidak mengalami stres terkait pekerjaan, penderita hipertensi yang stres dan insomnia  bisa meninggal lebih dini.

Mereka menganalisis data dari hampir 2.000 karyawan yang usianya berkisar antara 25 hingga 65 tahun.

Para pekerja itu memiliki tekanan darah tinggi, tetapi, pada saat penelitian, mereka tidak memiliki penyakit kardiovaskular atau diabetes.

Mereka yang stres terkait pekerjaan atau insomnia mengalami peningkatan risiko kematian kardiovaskular.

Anda Sering Buang Air Kecil saat Malam Hari? Hati-hati, Ini Tanda Hipertensi

Risikonya lebih tinggi ketika orang memiliki kedua faktor tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Para penulis menerbitkan temuan mereka di European Journal of Preventive Cardiology.

"Ini adalah masalah berbahaya," kata Prof Karl-Heinz Ladwig dari Pusat Penelitian Jerman untuk Kesehatan Lingkungan dan Fakultas Kedokteran, Universitas Teknik Munich.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved