Pelatih legendaris

Eni Nuraini; Nama Saya Pakai I, Bukan E

Di mesin pencarian digital, nama Eni Nuraini yang kini menjabat pelatih lari jarak pendek PB PASI, masih ditulis Eni Nuraeni. Ini disanggahnya.

Eni Nuraini; Nama Saya Pakai I, Bukan E
Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Eni Nuraini pelatih lari jarak pendek PB PASI saat ditemui Warta Kota, Senin (29/4/2019) saat menemani sang suami di RS Siloam Asri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. 

Di mesin pencarian mainstream digital, nama Eni Nuraini yang kini menjabat pelatih lari jarak pendek PB PASI, masih ditulis Eni Nuraeni. Hal ini disanggahnya.

Menurut Eni, jika ditanya mengenai kebenaran ejaan nama lengkapnya, Eni meungkapkan sejatinya namanya menggunakan huruf I pada Nuraini.

Supaya Tidak Kebablasan, Ini Cara Eni Nuraini Menjaga Lalu Muhammad Zohri

"Nama saya pakai 'I' jadi Nuraini bukan pakai 'E'. Saya tidak tahu pasti juga bagaimana awalnya bisa pakai E," ujarnya kepada Warta Kota, Rabu (1/5/2019).

"Padahal nama di pasport dan KTP saya Nuraini pakai I, apa mungkin karena nama saya Eni, huruf depannya pakai 'E' kali ya. Ha ha ha," kelakar pelatih atletik terbaik Asia tahun 2019 itu.

Sejauh ini, meski media kebanyakan menggunakan huruf E dalam namanya, Eni mengaku tidak terlalu mempermasalahkan itu.

Eni Nuraini, pelatih terbaik Asia Tenggara.
Eni Nuraini, pelatih terbaik Asia Tenggara. (istimewa)

Sebab, tidak banyak kerugian yang diterimanya.

"Sebenarnya ya tidak ada masalah sih (pakai I atau E pada nama Nuraini). Tapi, yang sebenarnya itu I, itu saja," ucapnya lagi menjelaskan.

Sama halnya seperti sapaan Eni kepada sprinter andalannya, Lalu Muhammad Zohri yang menggunakan dua kata sapaan, Lalu dan Zohri.

Pelatih Izinkan Zohri Pulang Kampung sebelum Ramadan

Eni Nuraini sendiri baru saja berhasil mencetak sejarah di tinta emas atletik Indonesia sebagai pelatih Indonesia pertama yang menerima penghargaan pelatih terbaik Asia 2019 dari Asosisasi Atletik Asia (AAA).

Pelatih 72 tahun itu dianggap sebagai salah satu sosok penting yang telah berdedikasi dalam mengembangkan atletik Indonesia sejak 34 tahun silam.

Eni merupakan pelatih yang sukses mengantarkan tim estafet putra meraih medali perak Asian Games 2018 dan membawa Lalu Muhammad Zohri sebagai juara dunia U-20 2018 di nomor sprint 100 meter putra.

Zohri Pulang Kampung Dulu Sebelum Bersiap ke 3 Kejuaraan Tingkat Dunia

Sebelumnya Eni juga lewat tangan dinginnya ikut menciptakan sprinter Suryo Agung Wibowo yang dikenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara karena dua kali memecahkan rekor lari 100 meter putra SEA Games.

Catatan waktu terbaiknya adalah 10,17 detik yang masih menjadi rekor nasional dan Asia Tenggara sebelum dipercahkan oleh Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Asia 2019 pekan lalu dengan catatan waktu 10,13 detik.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved