ABG Tewas Dibacok Saat Terakhir Dikabarkan Keluyuran dan Terlibat Tawuran Berdarah di Pagi Buta

Menurut keterangan Arman (50), seorang saksi mata, peristiwa tawuran itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di dekat Pasar Musi, Abadijaya.

ABG Tewas Dibacok Saat Terakhir Dikabarkan Keluyuran dan Terlibat Tawuran Berdarah di Pagi Buta
Warta Kota/Gopis Simatupang
Lokasi kejadian penganiayaan yang merenggut nyawa RZ di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (1/5/2019). 

Seorang anak baru gede (ABG) berinisial RZ tewas akibat luka bacok dalam tawuran antarpemuda di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (1/5/2019) pagi.

Menurut keterangan Arman (50), seorang saksi mata, peristiwa tawuran itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di dekat Pasar Musi, Abadijaya.

Saat itu, kata Arman, tiba-tiba dua kelompok pemuda yang entah dari mana asalnya ribut-ribut hingga terjadi aksi saling lempar dan kejar-kejaran.

"Enggak tahu anak mana yang tawuran, tahu-tahu udah rame. Pas dipisahin warga, ternyata ada korban satu orang," katanya kepada Warta Kota di lokasi kejadian, Rabu (1/5/2019).

Menurut Arman, bocah RZ menjadi korban karena terjatuh dan akhirnya jadi sasaran amukan pelaku tawuran.

"Sempat dibawa ke Rumah Sakit Warsito tapi katanya meninggal. Lagian itu gimana ya kok bocah bisa keluyuran subuh-subuh begitu," kata Arman.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kapolsek Sukmajaya, Komisaris IGN Bronet Ranapati.

Bronet menjelaskan, saat tawuran pecah, korban yang merupakan warga Kecamatan Cilodong bersama dua temannya, FK dan AD sedang nongkrong di depan warnet Coolnet.

Saat itu, terangnya, korban dan rekannya melihat ada tawuran di Jalan Proklamasi. Tiba-tiba, para pelaku tawuran berlari ke arah mereka.

"Karena merasa ketakutan korban berlari dan terjatuh kemudian pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban," jelas Bronet.

Setelah RZ dianiaya menggunakan senjata tajam jenis parang, FK dan AD sempat melarikannya ke RS Warsito di Simpangan Depok. Namun, nyawa bocah yang masih duduk di bangku SMP itu tak tertolong.

"Korban mengalami empat luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri, kanan, pundak, pinggang belakang sebelah kiri dan kaki," ungkap Bronet.

Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa RZ.

Lokasi kejadian penganiayaan yang merenggut nyawa RZ di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (1/5/2019).
Lokasi kejadian penganiayaan yang merenggut nyawa RZ di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (1/5/2019). (Warta Kota/Gopis Simatupang)
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved