HUT Kota Depok

Catatan HUT ke-20 Kota Depok: Fasilitas Publik dan Kemacetan Masih Jadi PR Pemerintah Kota

Catatan HUT ke-20 Kota Depok: Fasilitas Publik dan Kemacetan Masih Jadi PR Pemerintah Kota

Catatan HUT ke-20 Kota Depok: Fasilitas Publik dan Kemacetan Masih Jadi PR Pemerintah Kota
Warta Kota/Gopis Simatupang
Jalan Raya Margonda telah lama menjadi salah satu titik macet di Kota Depok, sebagai imbas dari perkembangan pembangunan serta akibat tidak seimbangnya volume kendaraan dengan luas jalan. 

Memasuki usia ke-20 tahun, Kota Depok telah beranjak dari sekadar wilayah satelit menjadi salah satu kota metropolitan yang berkembang cukup pesat.

Salah satunya ditandai oleh data BPS Provinsi Jawa Barat baru-baru ini, yang menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok tahun 2018 sebesar 80,29.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di angka 79,83. Dengan demikian status pembangunan manusia di Kota Depok meningkat dari status tinggi menjadi sangat tinggi.

Meski demikian, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, mengakui masih ada kekurangan di sana-sini. Dua di antaranya adalah masih minimnya fasilitas publik serta persoalan akut kemacetan.

"Cita-cita kita unggul, nyaman, religius, dan masih banyak persoalan-persoalan yang harus kita selesaikan, betapapun banyak penghargaan-penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi," ujar Idris seusai sidang paripurna Hari Jadi ke-20 Kota Depok di gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (26/4/2019).

Terkait fasilitas publik, Idris mengambil contoh masih minimnya tempat berinovasi bagi kaum milenial Depok.

"Contohnya tentang tempat kumpulnya bocah-bocah Depok ya. Alhamdulillah sudah saya siapkan tanah, sudah saya ajukan ke Gubernur (Ridwan Kamil, Gubernur Jabar), tahun 2020 dikasih anggaran untuk pembangunan creative center. Tanahnya sementara di Jalan Proklamasi (Kecamatan Sukmajaya)," jelas Idris.

Nantinya, terang Idris, creative center ini bakal menjadi semacam start up tempat anak-anak muda berkreasi, bertukar pendapat, berinovasi, bercengkrama, dan sebagainya.

"Sebab biayanya enggak sedikit. Kalau enggak salah sekitar Rp 30-an miliar seluas 2.000 meter," ungkapnya.

Sementara terkait masalah kemacetan, menurut Idris masih banyak jalan nasional di Kota Depok yang rusak sehingga punya andil menyebabkan macet.

"Meskipun ada penghargaan Wahana Tata Nugraha tentang rekayasa lalu lintas, sambil mudah-mudahan penghargaan ini bisa kita jadikan modal kepada pemerintah pusat supaya membantu memecahkan persoalan rekayasa lalu lintas dengan perbaikan jalan-jalan yang dimiliki oleh nasional," kata Idris.

Beberapa titik macet di Kota Depok antara lain di Jalan Raya Margonda, Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, Jalan Dewi Sartika, serta Jalan Raya Sawangan.

"Harapan kita mudah-mudahan kita bisa semakin meningkatkan kerjasama kita, partisipasi kita bersama publik dalam rangka membangun Kota Depok," ucapnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved