Pemilu 2019

Viral Video Pembakaran Kotak dan Surat Suara Pemilu 2019 di Papua, Ini Penjelasan Polisi

SEBUAH video pembakaran logistik pemilu di wilayah Kabupaten Puncak Jaya Wijaya, Papua, beredar viral di media sosial.

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ilustrasi- Gedung logistik kotak suara dan surat suara terbakar di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumetra Barat, pada Senin (22/4/2019) dini hari. 

SEBUAH video pembakaran logistik pemilu di wilayah Kabupaten Puncak Jaya Wijaya, Papua, beredar viral di media sosial.

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya kejadian pembakaran logistik pemilu.

"Hal tersebut (pembakaran logistik pemilu) sudah diklarifikasi langsung oleh Kapolda Papua dan Kapolres Jaya Wijaya," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2019).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa logistik yang dibakar merupakan sisa logistik yang tidak terpakai saat pemungutan suara tanggal 17 April 2019 lalu.

"Betul, kejadian dibakar itu adalah sisa-sisa logistik yang tidak dipakai pada saat tanggal 17 April, karena di sana (menggunakan) sistem noken," jelasnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut pembakaran sisa logistik dilakukan guna menghindari logistik pemilu disalahgunakan oleh sekelompok orang.

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

Aksi itu, kata dia, telah disetujui KPU setempat dan telah dibuat berita acara terkait pemusnahannya dengan cara dibakar.

Bahkan, jenderal bintang satu itu menuturkan Bawaslu telah melakukan pengecekan terhadap peristiwa itu.

"Guna menghindari logistik pemilu itu disalahgunakan oleh sekelompok orang, keputusan KPU setempat seluruh sisa logistik yang tidak dipakai itu dimusnahkan dan sudah dibuat berita acaranya, sehingga dibakar pemusnahannya," tutur dia.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

"Jadi sudah clear. Bawaslu juga sudah ngecek tentang peristiwa yang sempat viral itu," imbuh Dedi Prasetyo.

Video viral itu berdurasi kurang lebih 5 menit 7 detik. Dalam video itu terlihat tumpukan surat dan kota suara yang sedang terbakar, dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019. L

Selain itu, terlihat juga seorang ibu dan anak yang sedang membuang sejumlah surat suara ke arah tumpukan yang dibakar tersebut.

Jusuf Kalla Minta Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung, Jangan Lewat Utusan

Ada juga suara dari orang yang merekam video tersebut. Orang itu mengatakan aksi pembakaran dilakukan karena kecewa surat suara Pilpres 2019 dicoblos oleh bupati.

"Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial," kata pria di video tersebut.

"Di Kabupaten Puncak Jaya, tidak ada Pilpres. Di desa-desa, di distrik-distrik semuanya surat suara diikat jadi satu oleh seorang bupati," tambah pria itu.

Ratna Sarumpaet: Pemilu 2019 Berantakan, Jangan-jangan Panitianya Pelit

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved