Takut Mati dan Segera Perbaiki Diri Jadi Alasan Dinda Hauw Mulai Memakai Hijab

Dinda Hauw terlihat mengenakan busana tertutup atau hijab, saat menghadiri acara tersebut, yang tentunya berbeda dari penampilan sebelumnya.

Takut Mati dan Segera Perbaiki Diri Jadi Alasan Dinda Hauw Mulai Memakai Hijab
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Dinda Hauw berpenampilan dengan hijab. 

Ada yang berbeda dari penampilan pesinetron Dinda Hauw (22), ketika ditemui di sela-sela acara jumpa pers 'Ramadan Penuh Cinta SCTV', yang digelar di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Dinda Hauw terlihat mengenakan busana tertutup atau hijab, saat menghadiri acara tersebut, yang tentunya berbeda dari penampilan sebelumnya.

Dinda Hauw kerap memamerkan paras cantiknya tanpa mengenakan hijab, baik dalam sinetron atau foto-foto yang diunggahnya di media sosial Instagram.

Tetapi saat ini, Dinda Hauw mengaku dirinya mulai menggunakan pakaian lebih tertutup dengan hijab. Hal itu rupanya sudah dilakukan olehnya sejak awal tahun 2019.

"Jadi memang awalnya tahun ini ya, aku benar-benar mencoba menggunakan hijab. Tatapi, yang enggak lepas sama sekali itu baru sebulan atau dua bulan belakangan ini," kata Dinda Hauw.

Dinda mengungkapkan alasan dirinya mencoba merubah penampilannya dan menuju untuk hijrah, dikarenakan dirinya memimpikan peristiwa pesawat jatuh yang terjadi di Indonesia tahun 2015 lalu.

"Awal-awalnya aku berhijab sebenarnya sudah lama, karena mulanya sempat dimimpiin kasus di mana pesawat jatuh terus kayak aku terpukul banget dan takut meninggal. Kemudian, aku coba untuk berhijab dan di situ aku masih labil posisinya," ucapnya.

"Aku kayak masih belum pengin dan masih buka tutup kerudung. Kerjaan aku juga masih mengharuskan untuk tidak pakai kerudung," tambahnya.

Namun, niat pemilik nama lengkap Nyimas Khodidjah Nasthiti Adinda untuk mengenakan hijab mulai bertambah, ketika ayahandanya, Kemas Herman meninggal dunia di tahun 2015 silam.

Ditinggal sang ayah untuk selama-lamanya membuat wanita kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 14 November 1996 itu merasa sangat terpukul. Sebab, ketakutan akan dirinya meninggal dunia, terus menghantui disetiap hari.

"Dari papah aku meninggal, aku sudah mulai pakai kerudung tapi belum aku publish sama sekali, tapi masih buka tutup lagi. Akhirnya di tahun 2018 ini singkat cerita aku dapat lingkungan yang benar-benar positif, soleh dan solehah yang selelu mengingatkan aku sholat, untuk selalu melakukan kebaikan," jelasnya.

Mendapatkan lingkungan yang baik untuk meneruskan proses berhijab dan hijrah membuat Dinda merasa nyaman dan tidak mau kembali ke kehidupan yang dulu.

"Terus aku mikir kalau kita ingin dikelilingi orang kayak gini berarti harus solehah juga, pengin dapat suami yang kayak begini berarti harus begini juga. Akhirnya aku mencoba memperbaiki diri, dengan menutup aurat. Karena itu semuanya adalah cerminan diri kita," ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika di awal tahun 2019, bintang sinetron 'Monyet Cantik', 'Cinta Suci', dan 'Merindu Baginda Nabi' ini mencoba mengenakan hijab kembali. Bersyukur, saat mencoba lagi, tidak ada rasa untuk melepasnya lagi.

"Alhamdulillah sampai sekarang belum lepas lagi dan malah kayak makin mantap sih. Tapi aku kalau ngomong ke orang belum hijrah cuma aku masih belajar, memperbaiki diri," ujar Dinda Hauw.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved