Penjelasan Petugas KPPS yang Bekerja Bersama Rudi di Saat Penghitungan Suara

Ia menceritakan bahwa proses pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) lalu baru selesai sekira pukul 14.00 WIB.

Penjelasan Petugas KPPS yang Bekerja Bersama Rudi di Saat Penghitungan Suara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Yanuar, anggota KPPS TPS 009 Pisangan Baru yang bekerja bersama almarhum Rudi, Ketua KPPS 009 yang meninggal akibat kelelahan. 

Yanuar (40) merupakan petugas KPPS TPS 009 Kelurahan Pisangan Baru. Ia merupakan anggota Rudi Mulia Prabowo (57), ketua KPPS yang gugur setelah keletihan pasca prosea penghitungan suara berakhir.

Ia menceritakan bahwa proses pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) lalu baru selesai sekira pukul 14.00 WIB.

Banyak antrean menyebabkan pihaknya tetap membuka TPS satu jam lebih lama dari batas waktu yang ditentukan.

"Pendaftaran kami tutup jam 13.00, setelah itu yang ngantre masih banyak. Jadi kami menunggu hingga proses pemungutan suara selesai jam 14.00," ungkap Yanuar di Jalan Kayu Manis V Lama, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2019).

Setelah beristirahat selama 30 menit. Tujuh orang petugas KPPS memulai proses penghitungan suara, dimulai dari Capres dan Cawapres. Proses tersebut baru selesai sekira pukul pukul 18.00 WIB.

Lalu proses penghitungan berlanjut ke lembaran surat suara DPD, DPR beserta DPRD pada pukul 20.00 WIB. Penghitungan masing-masing kotak baru rampung selama 3 jam.

"Ribetnya itu karena calegnya banyak, kami juga harus meneliti dimana letak lubang yang dicoblos. Banyak yang mencoblos lebih dari satu kali di lembar DPR, DPRD dan DPD. Karena kita kan harus hitung juga yang tidak sah. Formulir C1 untuk DPRD yang paling ribet karena ada 16 parpol di Jakarta, kami memeriksanya bikin kayak sistem kalender, dilebarkan dulu. Bolak baliknya yang bikin lama," kata Yanuar.

Yanuar bersyukur lantaran pekerjaannya sedikit berkurang. Hal itu dikarenakan dari total 280 DPT di TPS 009, hanya sebanyak 200 orang saja yang terdata menggunakan hak pilihnya.

"Untung enggak semuanya coblos, lebih lama kan kalau 280 orang ikut coblos. Sudah gitu kami juga harus menghitung lembar surat suara yang tidak dicoblos untuk menghindari kecurangan," ujarnya.

Proses penghitungan 4 kotak suara berakhir pada pukul 04.30 WIB. Para petugas KPPS sudah menawarkan Rudi untuk beristirahat, namun ia menolaknya. Rudi pun bersama 4 orang petugas lainnya langsung menuju GOR Matraman untuk memberikan hasil rekapitulasi.

"Tugas baru benar-benar selesai pada jam 8 keesokan harinya. Setelah itu kami baru bisa beristirahat," ungkap Yanuar.

Ia menyatakan bahwa sesekali Rudi beristirahat dan tidur selama beberapa menit saja di lantai kantor Kelurahan dan GOR Matraman. Yanuar menduga Rudi masuk angin sehingga menyebabkan meninggal.

Yanuar berharap agar pemerintah merubah skema penyelenggaraan Pemilu selanjutnya agar tugas para KPPS tidak terlalu berat. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved