Korupsi Proyek PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir Ada di Prancis Saat Jadi Tersangka, Kuasa Hukumnya Belum Bisa Berkomunikasi

Sofyan Basir yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, saat ini sedang berada di Prancis.

Dirut PLN Sofyan Basir Ada di Prancis Saat Jadi Tersangka, Kuasa Hukumnya Belum Bisa Berkomunikasi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1, dengan terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Selasa (11/12). 

DIREKTUR Utama PT PLN Sofyan Basir yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, saat ini sedang berada di Prancis.

Hal itu dijelaskan oleh Soesilo, kuasa kukum Sofyan Basir, yang membenarkan sedang ada urusan pekerjaan.

"Iya, sudah seminggu yang lalu berada di Prancis. Untuk urusan pekerjaan," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Dirinya masih belum mengetahui dengan siapa saja dan kapan Sofyan Basir akan pulang ke Indonesia. Alasannya, saat ini komunikasinya masih terputus.

"Saya belum tahu. Saya masih belum bisa berkomunikasi juga," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait Kesepakatan Kontrak Kerja Sama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

Berdasarkan pengembangan perkara tersebut, komisi anti-rasuah menemukan cukup bukti terkait keterlibatan pihak lain.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019) sore.

"Dalam perkembangan proses penyidikan dan setelah mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan hingga pertimbangan hakim, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1," kata Saut Situmorang.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

Dari pengembangan dan penemuan bukti yang cukup itu, kata Saut Situmorang, KPK akhirnya menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (SFB) sebagai tersangka baru dalam kasus itu.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved