Ledakan Bom di Sri Lanka

9 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka, Anak Pedagang Kaya hingga Bantahan Indonesia dan Klaim ISIS

"Mereka mati di rumah Tuhan. Mati karena nama Tuhan juga. Tuhan yang sama. Tuhan yang menciptakan manusia," tulis Birgaldo Sinaga di aku Facebooknya.

9 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka, Anak Pedagang Kaya hingga Bantahan Indonesia dan Klaim ISIS
facebook
Inilah dua pelaku bom Paskah di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 310 orang dan 500 lebih terluka. Zahran Hasyim dan Abu Mohammed, dua pelaku bom bunuh diri yang teridentifikasi. 

Tak hanya pasangan kakak beradik, tetapi keduanya ternyata merupakan anak dari keluarga kaya di Kolombo. Ayah kedua pelaku adalah pedagang rempah-rempah yang amat kaya di ibu kota Sri Lanka itu.

SEBELUM Negara Islam Irak Suriah atau ISIS mengklaim serangan bom di Sri Lanka, pemerintah setempat mendapatkan titik terang identitas pelaku pelaku pemboman bunuh diri dalam serangkaian ledakan bom di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).

Berikut 7 fakta terkait para pelaku yang teridentifkasi tersebut dan video di salah satu gereja:  

Terungkap, Ancaman Awal Rentetan Bom Sri Lanka Berasal dari Seorang Tersangka ISIS di India

Terkuak Lewat Rekaman CCTV Saat Pelaku Bom Bunuh Diri Menenteng Ransel Berat Memasuki Gereja

Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Sri Lanka, ISIS Beberkan Nama Pelaku dan Rilis Foto

1. Kakak beradik anak keluarga kaya

Rentetan ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel Sri Lanka itu di antaranya terjadi di dua hotel yang dilakukan oleh dua orang pelaku.

Dikutip AFP, kedua pelaku bom bunuh diri di Sri Lanka yang sudah teridentifikasi itu adalah lelaki kakak beradik.

Mereka masing-masing melancarkan serangan di Hotel Shangri-La dan Cinnamon Grand, yang berlokasi di ibu kota Kolombo.

Ini 2 Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka

Bomber Gereja di Sri Lanka Warga Setempat, Namanya Insan Seelawan, Bukan Insan Setiawan

PERSONIL polisi berada di lokasi ledakan di sebuah area di Shangri-La Hotel, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Setidaknya 207 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat ledakan bom di tiga hotel dan tiga gereja di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah.
PERSONIL polisi berada di lokasi ledakan di sebuah area di Shangri-La Hotel, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Setidaknya 207 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat ledakan bom di tiga hotel dan tiga gereja di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

Tak hanya pasangan kakak beradik, tetapi keduanya ternyata merupakan anak dari keluarga kaya di Kolombo. Ayah kedua pelaku adalah pedagang rempah-rempah yang amat kaya di ibu kota Sri Lanka itu.

Mereka meledakkan diri sambil mengantre sarapan pagi di hotel Shangri-La dan Grand Cinnamon.

Demikian sejumlah sumber mengatakan.

Kedua kakak beradik, yang namanya belum diungkap polisi, diperkirakan berusia di akhir 20-an dan mengoperasikan 'sel keluarga' mereka sendiri.

Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

2. Pelaku anggota National Thowheeth Jamaath (NTJ)

Halaman
1234
Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved