Pembobolan Kotak Suara di Penggilingan yang Beredar di WAG Dinilai Mengada-Ada

Pembobolan kotak suara merupakan tindakan pidana dan pelakunya bisa dijerat hukuman karena telah melakukan pelanggaran.

Pembobolan Kotak Suara di Penggilingan yang Beredar di WAG Dinilai Mengada-Ada
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi. Sidang pleno PPK terkait dengan pemungutan suara. 

Video berisi kotak suara dalam keadaan tidak tersegel di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur yang beredar di grup WhatsApp dinilai sangat mengada-ada dan tidak beralasan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur, Wage Wardana mengatakan, pembobolan kotak suara sebagai tindakan pidana dan pelakunya bisa dijerat hukuman karena telah melakukan pelanggaran.

“Saya pastikan tidak ada pembobolan kotak, itu pidana, tidak ada. Kami nggak mau, kita taat aturan mas. Kalau dibobol kita yang kena dipenjara, nggak mau saya,” ucapnya, Sabtu (20/4).

“Kita pejuang demokrasi, disatu sisi diancam pidana, itu absurd banget,” tegasnya.

Wage menceritakan pada peristiwa yang ditemukan pada Jumat (19/4) sekira pukul 19.20 WIB sebelum dimulainya rapat pleno tingkat kecamatan itu, hanya ada satu kotak suara saja yang segelnya tidak dalam kondisi prima.

“Cuma satu doang dari 32 ribu kotak (suara) di Jakarta Timur, cuma satu yang mengelupas tapi dipolisitir. Tidak ada itu (pembobolan kotak suara), nggak ada masalah,” kata Wage.

Sementara terkait tidak adanya kunci gembok yang disimpan di atas kotak suara, Wage menegaskan benda tersebut aman. Tudingan mengganti kotak suara untuk memanipulasi hasil pemilu sangat tidak beralasan.

“Ada mas, saksinya banyak, saya sudsh lihat videonya, itu juga mengada-ada, kita dikira mau ganti kotak dan lain-lain. Itu memang kotak penampungan buat PPK, kita terang benderang, ada ratusan orang, kalau kami mau ganti kotak kita mindik-mindik dong, ini nggak ada,” katanya.

Wilayah Jakarta Timur yang luas dengan banyaknya jumlah penduduk dinilai rawan untuk dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Timur ini kan daerah pertempuran jadi banyak dipolitisir,” ucapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved