Pilpres 2019

Partai Gerindra Ancam Kerahkan People Power untuk Pertahankan Klaim Kemenangan Pilpres 2019

Partai Gerindra ancam lakukan cara inkonstitusional guna mempertahankan kemenangan Pilpres yang diklaim Prabowo Subianto melalui people power.

Partai Gerindra Ancam Kerahkan People Power untuk Pertahankan Klaim Kemenangan Pilpres 2019
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Prabowo-Sandiaga telah mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres 2019 atas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Partai Gerindra ancam lakukan cara inkonstitusional guna mempertahankan kemenangan Pilpres yang diklaim Prabowo Subianto melalui people power.

Partai Gerindra akan kerahkan people power untuk pertahakan hitungan suara mereka.

Hal ini disampaikan Dewan Penasehat Partai Gerindra Muhammad Syafii yang juga Pendiri Rumah Aspirasi Romo Center Raden usai Salat Jumat di Masjid Al Jihad, Jumat (19/4/2019).

"Kalau memang hitungan yang telah kami lakukan tidak bisa mereka terima dengan cara yang konstitusional, kami memang akan memilih people power untuk mempertahanankan kemenangan yang bisa dipertanggungjawabkan," kata pria yang akrab disapa Romo.

REAL COUNT KPU PAGI INI: Suara Prabowo-Sandi Naik 2% Dibandingkan Jumat, Jokowi-Amin Masih Unggul

Menurutnya kemenangan pasangan capres 02 Prabowo-Sandi tidak meleset dari perolehan suara 63 persen seperti yang dinyatakan sebelumnya.

Romo mengatakan kemenangan itu diperoleh melalui real count melalui form C1 yang cukup kredibel.

Namun tidak disebutkan apa indikator kredibel yang disebukan Romo itu. Dia hanya mengatakan melalui 'wadah kredibel' yang masih dirahasiakan.

"Wadah ini ada setiap desa, mereka mengumpulkan C1 yang ada di desa-desa. Dan ini yang kita hitung di BPN pusat sudah mencapai 79 persen. Gak pernah bergeser dari kemenangan Prabowo di 63 peresen," ujar Romo.

Waketum Gerindra Sampai Ngaku Nilai Statistiknya A Saat Yakinkan Prabowo Menang Pilpres 2019

Pihaknya tidak akan terima kalau ada pengumuman-pengumuman baik itu real count maupun quick count yang menunjukkan hasil yang berbeda.

"Pengumuman berbeda kita tidak akan bisa kita terima. Tapi kami juga kurang percaya. Toh penyelesaiannya akan dilakukan di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved