Revitalisasi SMPN 01 Muaragembong

Keterbatasan Anggaran Penyebab Revitalisasi SMPN 01 Muaragembong yang Dikunjungi Jokowi Tertunda

Keterbatasan Anggaran Penyebab Revitalisasi SMPN 01 Muaragembong yang Dikunjungi Jokowi Tertunda

Keterbatasan Anggaran Penyebab Revitalisasi SMPN 01 Muaragembong yang Dikunjungi Jokowi Tertunda
Istimewa
Kondisi SMPN 01 Muaragembong, Kabupaten Bekasi dalam keadaan rusak parah sehingga harus direvitalisasi. Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya pada Januari 2019 lalu berjanji akan memperbaiki sekolah tersebut pada Maret, namun sampai April sekolah tidak kunjung diperbaiki. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi mengakui pihak SMPN 01 Muaragembong pernah mengusulkan rencana revitalisasi gedung sekolah.

Namun karena keterbatasan anggaran, maka perbaikan terpaksa ditunda.

"Pada tahun 2018 sebetulnya sudah kita ajukan juga, tapi karena anggarannya terbatas maka untuk SMPNegeri 02 Muaragembong dulu yang diperbaiki," kata Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Iman Nugraha pada Sabtu (20/4/2019).

Iman mengatakan, karena duitnya terbatas maka pembangunan dilakukan secara bertahap. Apalagi banyaknya sekolah di Kabupaten Bekasi yang perlu direvitalisasi menjadi penyebab utama perbaikan ruang kelas di SMP Negeri 01 Muaragembong tertunda.

"Perbaikan memerlukan waktu dan proses apalagi kami juga harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain kita juga sudah berkomunikasi agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan mendapat bantuan dari kementrian maupun Provinsi Jawa Barat," jelasnya.

Untuk tahun 2019 ini, kata Iman, lembaganya telah mengalokasi dana perbaikan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp 299 miliar.

Dana itu difokuskan untuk penataan infrastruktur pendidikan, seperti pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) sebesar Rp 30 miliar, Ruang Kelas Baru (RKB) di 39 lokasi sebesar Rp 86 miliar, dan rehabilitasi bangunan sekolah baik SDN maupun SMPN di 52 titik dengan nilai Rp 127 miliar.

Sisanya untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah seperti meubelair dan toilet d isetiap sekolah agar sekolah semakin layak. Alokasi dana sebesar Rp 299 miliar itu, rupanya paling besar dibanding kegiatan infrastruktur lain dengan komposisi anggaran pendidikan sebesar 42 persen.

"Perbaikan sekolah tetap kita lakukan tahun ini namun secara berrtahap namun porsinya lebih besar daripada infrastruktur," kata Iman.

Presiden Jokowi pada Januari 2019 lalu menginstruksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono agar memperbaiki SMPN 01 Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved