Dugaan Pelanggaran Masa Pencoblosan di Depok Mulai TPS Telat Dibuka Hingga Penolakan Pemilih A5

Bawaslu Kota Depok menemukan 30 dugaan pelanggaran, mulai dari keterterlambatan pembukaan TPS, kekurangan surat suara.

Dugaan Pelanggaran Masa Pencoblosan di Depok Mulai TPS Telat Dibuka Hingga Penolakan Pemilih A5
Warta Kota/Gopis Simatupang
Warga antusias menyambut Pemilu serentak 2019, salah satunya dengan mendirikan TPS Unik, seperti di Kampung Pemilu Nusantara, Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. 

Setelah berakhirnya pemungutan suara serentak, Rabu (17/4/2019) lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menemukan puluhan dugaaan pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 11 Kecamatan se-Kota Depok.

"Bawaslu Kota Depok menemukan 30 dugaan pelanggaran, mulai dari keterterlambatan pembukaan TPS, kekurangan surat suara (Presiden, DPR RI, dan DPRD Kota) hingga surat suara tertukar," ujar Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet Permana, Jumat (19/4/2019).

Dikatakan Dede, TPS seharusnya sudah dibuka mulai pukul 07.00 WIB. Namun di Kecamatan Cilodong ada TPS yang buka di atas jam yang telah ditentukan.

"Temuan kami ada enam TPS di Kecamatan Cilodong yang terlambat buka," ungkapnya.

Dede mengungkapkan, pihaknya juga menemukan dugaan pelanggaran penggunaan C6 oleh yang bukan berhak.

Bawaslu Kota Depok juga sempat menemukan adanya pemilih yang membawa ponsel saat mencoblos dan memotret surat suara.

Padahal sesuai ketentuan tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi ke bilik suara.

Temuan pelanggaran lain yang juga diidentifikasi Bawaslu Kota Depok adalah adanya pemilih dengan form A5 yang ditolak KPPS.

"Ada pula penggunaan hak pilih di TPS yang tidak sesuai," katanya.

Tak hanya itu, Bawaslu Kota Depok juga menemukan jumlah surat suara yang melebihi DPT dan Pemilih DPTb yang mendapat surat suara berlebih dari KPPS.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved