Pemilu 2019

Petugas Telat Datang, Ratusan Pasien di RSUD Kota Bekasi Tak Mencoblos

Ratusan pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Rabu 17 April 2019, kemarin.

Petugas Telat Datang, Ratusan Pasien di RSUD Kota Bekasi Tak Mencoblos
Instagram @aniyudhoyono
Hari ini, Minggu (14/4/2019), Ani Yuhoyono nyoblos di ranjang RS NUH Singapura yang saat itu Ani Yudhoyono nyoblos didampingi SBY. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM --- Ratusan pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Rabu 17 April 2019, kemarin. Para pasien tidak bisa mencoblosa dikarenakan waktu telah habis saat petugas datang.

"Ibu saya tidak bisa menyalurkan suaranya di Pemilu 2019, engga ada petugas KPU datang. Saat ramai baru datang, itu juga sudah habis waktu sudah pukul 13.30 WIB," kata AU (28) warga Kota Bekasi, Kamis (18/4/2019).

Kini kata AU, ibunya masih dirawat di RSUD.
"Ibu sakit tifus, dia punya C6 tapi kan engga mungkin pulang ke rumah buat nyoblos. Dia ingin sekali nyoblos padahal," keluhnya.

Kepala Bagian Kesekretariatan RSUD Kota Bekasi, Yuli Swastiawati mengatakan pihaknya telah mengupayakan agar KPU Kota Bekasi bisa memfasilitasi proses pemungutan suara di RSUD.

"Kami sudah mengupayakan, kita sudah koordinasi dari pagi dengan panitia pemungutan suara (PPS) di Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan tapi malah diminta A5. Orang sakit kan engga punya A5 sakitnya kan dadakan juga," jelasnya.

Proses panjang itu, kata Yuli, akhirnya pasien di RSUD diputuskan dapat menggunakan hak pilihnya, dengan syarat memakai KTP elektronik dengan waktu memilih pukul 12.00 WIB.

"Engga tahu mungkin sibuk atau ramai di TPSnya atau apa mereka (PPS) datang tapi sudah pukul 13.00 WIB," ujarnya.

Yuli memastikan hanya pasien yang tak bisa menggunakan hak pilihnya sementara karyawan di rumah sakit menyalurkan hak pilihnya di TPS rumah masing-masing.

"Kita sepakat menggunakan hak pilih di rumah masing-masing, jadi diputuskan tidak dibuatkan TPS khusus. Karyawan gantian misal dia nyoblos dulu baru ke rumah sakit atau izin pulang dulu buat nyoblos," ungkapnya.

Menjawab persoalan tersebut, Komisionir KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi mengatakan awalnya KPU Kota Bekasi bakal mendirikan TPS di RSUD, tetapi pihak RSUD mengirimkan surat untuk tidak perlu dibangun TPS di rumah sakit.

"Sebenarnya keputusan dibuatkan lokasi pemungutan suara di sana telah disetujui di rapat pleno 17 Februari. Tapi pada 6 Maret kami menerima surat pembatalan itu, jadi ya keputusannya kan seperti itu," jelas Pedro. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved