Oknum Caleg yang Diduga Lakukan Serangan Fajar Diduga Sosok Petahana di DRPD DKI Jakarta

Sosok itu menggelontorkan uang sekitar Rp 142 juta untuk menyuap 1.427 warga RW 10 Lubang Buaya agar memenangkannya.

Oknum Caleg yang Diduga Lakukan Serangan Fajar Diduga Sosok Petahana di DRPD DKI Jakarta
Business Nova
Ilustrasi penyuapan dan korupsi yang mewarnai pemilu. 

Oknum caleg yang diduga melakukan praktik politik uang atau serangan fajar diketahui merupakan seorang petahana yang duduk di kursi DPRD DKI Jakarta sejak 2014 lalu.

Ia menggelontorkan uang sekitar Rp 142 juta untuk menyuap 1.427 warga RW 10 Lubang Buaya agar memenangkannya dalam kontes pemilihan caleg.

Ketua RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Sutarlan yang pertama mengungkap kasus politik uang atau serangan fajar setelah dapat laporan dari warga menyebut Caleg DPRD yang terlibat merupakan petahana.

"Info dari Panwascam Cipayung kemarin dia petahana, Panwascam juga heran karena dia setelah dicek Caleg DPRD ini tidak pernah kampanye," kata Sutarlan di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Lantaran menurut Panwascam Cipayung Caleg DPRD tersebut tak pernah melakukan kampanye di Kelurahan Lubang Buaya, dia menduga praktik serupa sudah pernah terjadi.

Pasalnya Sutarlan yang tinggal di RW 10 dari sekitar tahun 1990-an mengaku tak mengenal sosok Caleg DPRD Provinsi DKI yang namanya cukup beken itu.

"Saya enggak pernah lihat itu Caleg kampanye, mungkin sebelumnya sudah pernah melakukan serangan fajar. Tapi baru ketahuan sekarang, kalau yang Caleg DPR saya enggak tahu pernah kampanye atau enggak," ujarnya.

Perihal barang bukti uang puluhan juta yang diamankan Bawaslu Jakarta Timur, Sutarlan mengaku tak mengetahui hal tersebut karena barang bukti yang dia amankan hanya berkisar jutaan.

Namun dia membenarkan uang yang digelontorkan Caleg kepada koordinator serangan fajar di RW 10 yang merupakan penyelenggara Pemilu 2019 mencapai Rp 142 juta.

"Yang saya tahu dari 9 RT di RW 10 ada tiga RT yang enggak dapat serangan fajar, RT 03, RT 05, dan RT 09. Tapi total uang yang diberikan ke koordinator memang ratusan juta. Kalau untuk di wilayah RW lain saya enggak tahu bagaimana," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved