Berita Video

VIDEO: Putra Anies Pertama Memilih, Ayahnya Tidak Arahkan Pilih Siapa

"Bebas, bebas. Diskusi tetep, kayak kenapa ini? kenapa itu? cuma pada akhirnya ya tetep pada pilihan pribadi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengaku Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sangat spesial. Pasalnya, bukan hanya pemilihan dilakukan berbarengan antara Pemilihan Presiden (Pilpres) dengan Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilu 2019 merupakan pengalaman pertama putra keduanya, Mikail Azizi Baswedan mengikuti Pemilu.

"Oiya ini untuk pertama kali untuk Mikail, pengalaman baru. Karena waktu Pilkada kemarin, Pilkada kemarin itu dia ulang tahunnya seminggu sesudah Pilkada, dia nggak ikut nyoblos. Sekarang pengalaman baru, dia semangat khusus datang dari Jogja. Dia kuliah di Gadjah Mada, datang ke sini untuk menyoblos," ungkap Anies kepada wartawan usai mencoblos.

Terkait pengalaman baru Mikail dalam memilih calon pemimpin bangsa sekaligus wakil rakyat yang akan duduk di parlemen, Anies mengaku tidak memaksakan pilihan. Dirinya hanya memberikan gambaran tentang masing-masing kandidat yang tengah berkontestasi dalam Pemilu 2019.

VIDEO: Gubernur Anies Pakai Baju Putih dan Celup Tiga Jari ke Tinta

"Ya paling diskusi dari pagi, dari pagi kita diskusi, calon DPD siapa? DPRD siapa? DPR siapa? kita obrolin plus minus pandangan temen-temen seperti apa. Jadi tadi pagi kita diskusi Pilpres dan Pileg di rumah. Sarapan pagi sambil diskusi," tutup Anies bangga.

Pernyataan Anies dibenarkan Mikail. Dirinya mengaku sengaja pulang ke rumah meninggalkan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta untuk menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60 yang terletak di Jalan Lebak Bulus II, Cilandak Barat RT 04/06 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Rabu (17/4/2019).

"Iya saya pulang baru semalam. Ini pengalaman pertama saya. Jadi 17 tahun saya seminggu setelah pemilihan Gubernur kan, dan juga saat itu aku lagi di luar negeri, jadi nggak bisa," ungkapnya ditemui usai mencoblos.

Walau baru Pemilu 2019 merupakan pengalaman barunya, pilihan Presiden dan Wakil Presiden ataupun anggota legislatif yang akan duduk di parlemen, katanya sesuai dengan hati nuraninya. Sang ayah katanya tidak mengatur siapa yang harus dipilihnya dalam bilik suara.

"Bebas, bebas. Diskusi tetep, kayak kenapa ini? kenapa itu? cuma pada akhirnya ya tetep pada pilihan pribadi. Karena hak pilih kan milik kita semua, punya masing-masing individu," ungkap Mikail.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved