Pemilu 2019

Serangan Fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya Terendus, Oknumnya Seorang Caleg DRPD DKI Jakarta

Serangan fajar sebelum berlangsungnya proses pemungutan suara Pemilu 2019 terendus di kawasan RW 10, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Serangan Fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya Terendus, Oknumnya Seorang Caleg DRPD DKI Jakarta
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Lokasi yang diduga jadi tempat beelangsungnya praktik serangan fajar di RW 10, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

Warta Kota, Makasar -- Praktik politik uang atau yang lebih dikenal sebagai serangan fajar sebelum berlangsungnya proses pemungutan suara Pemilu 2019 terendus di kawasan RW 10, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Oknumnya diketahui merupakan seorang Caleg berinisial MT yang merupakan kader dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sedang terdaftar sebagai caleg DPRD DKI Jakarta.

Ketua RW 10, Kelurahan Lubang Buaya bernama Sutarlan yang awalnya mengendus praktik politik uang tersebut. Informasi dari seorang warga pada subuh, pagi tadi, langsung ditindaklanjutinya untuk mencari oknum perusak pesta demokrasi.

"Katanya saya dengar ada pembagian uang, lalu saya telusuri siapa saja yang dapat uang itu. Besarnya Rp 100.000. Dapatlah tiga orang itu warga saya. Tiga orang itu saya tanyakan pagi ini sebelum proses pemungutan suara berlangsung. Mereka bertiga mengaku ke saya kalau benar memang dapat uang. Lalu uangnya saya simpan untuk dikumpulkan Rp 300 ribu," ungkap Sutarlan di lokasi.

Tiga orang warganya tersebut kemudian mengaku mendapatkan uang dua oknum yang berbeda, sebut saja A dan B. Sutarlan pun kemudian memanggil dua orang yang juga termasuk sebagai warganya.

"Saya tanyakan A, dia mengaku dapat uang Rp 6 juta untuk 60 orang, uangnya sisa Rp 600 ribu, si B dapat Rp 7,5 juta, sisa Rp 600 ribu juga. Saya kumpulkan uangnya. Jadi di saya ada total uang Rp 1,5 juta sebagai barang bukti," ungkap Sutarlan.

Saat ditanyakan, A dan B mengaku mendapatkan uang dari seorang ketua RT. Sutarlan kemudian memanggil ketua RT tersebut guna proses klarifikasi.

"Sebut saja X. Saya panggil X, saya tanya, dia pun membenarkan kalau dia memberikan uang itu. X ngaku dapat dari seorang caleg kira-kira Rp 140 juta untuk dibagikan ke warga di RW 10, untuk 1.427 orang. Saya dapat datanya siapa-siapa saja yang terima uang itu," jelasnya.

Sutarlan menegaskan kembali bahwa MT merupakan seorang caleg dari PPP yang berdomisili di dekat lokasi.

"Uangnya itu dari seorang caleg yang dibagikan untuk X itu. Jadi X ini punya kaki tangan A, B, C, dst yang kemudian membagikan uang itu ke masyarakat. X ini salah satu Ketua RT di RW saya. Sedangkan calegnya orang sini juga ternyata, berinisial MT yang jadi Caleg DPRD DKI Jakarta dari PPP," kata Sutarlan. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved