Rencana Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton, Didiek Minta Bulog Fokus di Beras Saja

Didiek juga meragukan kapabilitas keuangan Bulog untuk melangsungkan agenda impor bawang itu.

Rencana Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton, Didiek Minta Bulog Fokus di Beras Saja
Warta Kota/Joko Supriyanto
Salah satu stok bawang putih pedagang di Pasar Induk Kramatjati, 

Perum Bulog diminta fokus untuk mengurusi komoditas beras daripada menjadi pengimpor bawang putih. Apalagi

“Bulog sebaiknya tidak usah ikut-ikutan. Baik itu dalam impor bawang putih, kedelai, atau lain-lain. Fokus saja ke beras,” ujar Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Didiek J Rachbini kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Terlebih, Kementerian Perdagangan menyatakan saat ini kondisi stok bawang putih tidak dalam keadaan darurat.

Pemerintah juga diharap mendahulukan impor lewat jalur resmi dengan menyertakan importir yang memenuhi syarat wajib tanam bawang sesuai Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Didiek berpendapat, jika ada raapat kordinasi (rakor) lagi di Kemenko Perekonomian, seharusnya putusan impor bawang putih oleh Bulog tidak lagi dilakukan.

Dikarenakan stoknya yang masih ada. Melihat perkembangan harga saat ini, stok bawang putih dianggap masih cukup aman. Dikarenakan harga bawang putih masih di kisaran Rp30 ribu sampai 40 ribu di kawasan Jakarta.

Ia mengatakan, yang perlu dilakukan pemerintah adalah terkait kesinkronan data antar kementerian. Agar data mengenai stok komoditas tertentu antara Kementerian Pertanian maupun Perdagangan tidak bertentangan.

Didiek juga meragukan kapabilitas keuangan Bulog untuk melangsungkan agenda impor bawang itu.

Terpisah, Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Mochamad Faisal berpendapat, jika dalam keadaan darurat dimana harga di pasaran melonjak tinggi, bisa saja Bulog turun tangan.

Namun ketika Menteri Perdagangan menyebut tidak dalam kondisi darurat, atau tidak urgent, maka bisa dipertimbangkan. Apalagi Kementan menegaskan stok masih ada.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved