Pemilu 2019

Puluhan Penyandang Disabilitas Mental di Bekasi Gagal Nyoblos

Sebanyak 24 penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi gagal mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4)

Puluhan Penyandang Disabilitas Mental di Bekasi Gagal Nyoblos
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Sebanyak 24 penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi gagal mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang.

Sebab hanya petugas dari tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) saja yang melakukan jemput bola ke yayasan.

"Hanya petugas dari tiga TPS saja yang datang, di antaranya TPS 19, 21 dan 116," kata Pengurus Yayasan Galuh Bekasi, Jajat Sudrajat pada Rabu (17/4).

Penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang.
Penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Dia menjelaskan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di yayasan mencapai 40 orang.

Jumlah ini bertambah 25 orang dari informasi awal yang hanya 15 orang.

Adapun 25 pasien bisa ikut mencoblos karena dibekali formulir A5 atau numpang milih di wilayah setempat.

Penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang.
Penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4) siang. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Meski ada 40 orang yang terdata sebagai DPT, namun setelah proses jemput bola itu hanya petugas dari tiga TPS saja yang datang.

Sementara tiga TPS itu hanya melayani 16 pasien sesuai dengan pendataan yang ada, sedangkan 24 pasien lagi tidak ikut mencoblos karena tidak dilayani oleh petugas TPS tempatnya terdata.

"Sebetulnya yang ikut nyoblos itu ada 17 pasien, cuma satu pasien nggak ikut karena jumlah surat suara Pilpres dan DPR kurang sehingga dia dinyatakan gugur," ungkapnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved