PILPRES 2019

Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019, Fadli Zon: Prabowo-Sandi Akan Menang Dengan Signifikan

Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019, Fadli Zon: Prabowo-Sandi Akan Menang Dengan Signifikan.

Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019, Fadli Zon: Prabowo-Sandi Akan Menang Dengan Signifikan
istimewa
Cek hasil quick count atau Hitung Cepat dan Exit Poll Pilpres 2019 di TV One. 

Analis politik Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) Sirojudin Abbas menuturkan, pihaknya akan kembali melakukan Hitung Cepat atau quick count dan exit poll pada Pemilu 2019.

Kali ini, SMRC bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Daftar Link Live Streaming Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

"SMRC melakukan quick count dan exit poll bersama Lembaga Survei Indonesia," kata Sirojudin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Untuk quick count, mereka menggunakan sampel sebanyak 6.000 TPS.

Sementara, untuk exit poll akan ada 3.000 responden.

Pada Pemilu Presiden 2014, hasil hitung cepat SMRC dapat dikatakan hampir serupa dengan hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut SMRC, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 47,09 persen suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraup 52,91 persen.

KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan 53,15 persen suara.

Sedangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 46,85 persen.

Nyoblos di TPS 38 Manahan, Kaesang: Bapak Terpilih Ngga Terpilih, Saya Masih Jualan Pisang dan Kopi

Live Streaming dan Prediksi Pemain antara Manchester City vs Tottenham: Tim Tamu Tanpa Kane dan Alli

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Ia mengatakan, survei tersebut tak dibiayai oleh partai politik atau kandidat tertentu.

Sirojudin pun memegaskan pihaknya tak memiliki afiliasi politik tertentu.

"Kegiatan ini tidak dibiayai oleh partai politik atau oleh calon presiden atau calon wakil presiden manapun. Biaya bersumber dari kontribusi SMRC, LSI, dan media-media partner," ungkapnya.

Media partner yang dimaksud terdiri dari Kompas TV, NET, SCTV-Indosiar, TVRI, MetroTV, BeritaSatu TV, Antara, Tirto.id, Babe (Baca Berita), dan Tempo.co.

Hasil Exit Poll di Luar Negeri

Beredar hasil exit poll Pilpres 2019 di luar negeri, fakta atau hoax? Berikut kata KPU RI.

Di media sosial dan grup percakapan, beredar hasil exit poll Pilpres 2019 di luar negeri.

Apakah bisa dipercaya atau tidak?

Pemungutan suara Pemilu 2019 bagi WNI di luar negeri telah dimulai sejak, Senin (8/4/2019) hingga Minggu atau Ahad (14/4/2019).

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Daftar Link Live Streaming Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo

VIDEO: Penampakan TPS Bertema Sepak Bola Di Dalam Rutan Klas I Cipinang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerapkan sistem early voting atau memilih lebih cepat dibanding waktu yang ditetapkan di dalam negeri.

Hal itu dikarenakan adanya perbedaan waktu antara Indonesia dengan wilayah luar negeri yang juga melangsungkan Pemilu.

Nantinya, seluruh rekapitulasi suara baik di dalam maupun luar negeri akan serentak dihitung, Rabu (17/4/2019).

Namun, ada beberapa wilayah di luar negeri seperti Melbourne dan Sidney di Australia, serta Berlin di Jerman kedapatan sudah merilis hasil exit poll mereka.

Menanggapi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjelaskan pihaknya memang tidak mengatur regulasi exit poll Pemilu luar negeri.

KPU hanya mengatur kegiatan tersebut untuk Pemilu dalam negeri.

Nyoblos di TPS 38 Manahan, Kaesang: Bapak Terpilih Ngga Terpilih, Saya Masih Jualan Pisang dan Kopi

VIDEO: Penampakan TPS Bertema Sepak Bola Di Dalam Rutan Klas I Cipinang

Live Streaming dan Prediksi Pemain antara Manchester City vs Tottenham: Tim Tamu Tanpa Kane dan Alli

Komisioner KPU RI Viryan Azis, mengatakan, exit poll dan quick count diatur untuk bisa diumumkan ke publik terhitung 2 jam setelah pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat rampung dikerjakan.

"Yang kami atur adalah exit poll di dalam negeri. Sudah diatur demikian, dua jam setelah pencoblosan selesai," ujar Viryan Azis di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Penjelasan Viryan Azis mengacu pada ketentuan dalam pasal 449 ayat 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu).

Di dalamnya dijelaskan, bahwa 'pengumuman prakiraan hasil penghitungan cepat pemilu hanya boleh dilakukan paling cepat 2 (dua) jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat'.

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Live Streaming dan Prediksi Pemain antara Manchester City vs Tottenham: Tim Tamu Tanpa Kane dan Alli

VIDEO: Penampakan TPS Bertema Sepak Bola Di Dalam Rutan Klas I Cipinang

Dalam pasal berikutnya, yakni pasal 6 UU Pemilu, dijelaskan bagi mereka yang melanggar ketentuan ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) dikategorikan sebagai tindak pidana pemilu.

"Exit poll itu kan pendekatannya berbasis kepada regulasi dengan pengaturan waktu di dalam negeri," kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengaku belum mendapatkan laporan soal rilis hasil Pemilu luar negeri lewat metode exit poll tersebut.

Ilham enggan berkomentar lebih jauh soal perkara exit poll luar negeri yang memang tak diatur oleh KPU.

"Saya belum dapat laporan. Nggak mau spekulasi (karena) belum dapat laporannya. No comment," kata Ilham Saputra.

BREAKING NEWS: Ketua KPPS Ditusuk Anak Ketua RT di Depan TPS

VIDEO: Mulan Jameela Acungkan Dua Jari Usai Mencoblos di TPS Pondok Pinang

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Pengkondisian luar negeri

Sementara itu, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyoroti soal penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 di luar negeri seperti Sydney, Australia, Malaysia, Belanda, dan Jepang.

Ia menyebut, keluhan warga negara Indonesia atau WNI disejumlah negera itu yang tidak bisa 'nyoblos' perlu mendapat perhatian khusus.

Karyono menduga ada upaya penyelenggara pemilu tak netral dan tak siapnya KPU dalam mengatasi membludaknya pemilih di WNI luar negeri.

"Catatan analisis jangan-jangan memang ada keterlibatan dari penyelenggara Pemilu untuk secara sengaja berpihak kepada paslon tertentu," ucap Karyono Wibowo saat diskusi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

BREAKING NEWS: Ketua KPPS Ditusuk Anak Ketua RT di Depan TPS

Daftar Link Live Streaming Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo

VIDEO: Mulan Jameela Acungkan Dua Jari Usai Mencoblos di TPS Pondok Pinang

Karyono Wibowo coba menganalisa melalui Pemilihan Presiden di luar negeri pada tahun 2014.

Di mana, Pemilu di Belanda dan Hongkong memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK).

Terlebih, pada Pilpres 2019 ini, pemilih di Hongkong meningkat sebanyak 50 persen.

Selain itu, negera-negara yang mengalami masalah itu merupakan basis suara Jokowi.

"Dalam konteks ini ada bukan kesalahan biasa yang disengaja tapi ada desain yang secara sistematis dari jauh hari menyiapkan strategi untuk memenangkan calon tertentu," kata Karyono.

"Di daerah-daerah yang merupakan basis pasangan capres tertentu maka yang bisa dilakukan dari kompetitornya adalah mengurangi jumlah pemilih dan mengurangi jumlah pemilih untuk menggunakan hak pilihnya seperti yang terjadi di Belanda itu bisa saja juga terjadi bagian dari skenario," katanya menambahkan.

Ia mencontohkan bagaimana ada upaya pengkondisian untuk meraih hasil maksimal perolehan suara biasanya dilakukan dengan berbagai cara.

Daftar Link Live Streaming Hitung Cepat Quick Count Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo

2 Anggota Gerombolan Perampok di Terminal Pulogadung Dibekuk Polisi

Nyoblos di TPS 38 Manahan, Kaesang: Bapak Terpilih Ngga Terpilih, Saya Masih Jualan Pisang dan Kopi

Di antaranya membuat kondisi dimana masyarakat tidak bisa mengunakan hak pilihnya.

Caranya, dengan dikurangi DPT-nya.

Hal itu, lanjut Karyono, juga pernah terjadi di Pilkada DKI Jakarta di mana basis pemilih loyal Basuki Tjahja Purnama (BTP) di kawasan Kelapa Gading tak bisa mencoblos lantaran surat suara habis.

"Kemudian juga dibuat skenario dimana masyarakat nantinya tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Yang terjadi di luar negeri hampir mirip yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Itu taktik untuk mengurangi jumlah suara kompetitornya," kata Karyono.(*) 

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved