Ada Seruan Boikot dari Pengusaha Terhadap Produk Buatan China

Ada seruan boikot produk-produk China yang disuarakan oleh sejumlah pengusaha India.

Ada Seruan Boikot dari Pengusaha Terhadap Produk Buatan China
thinkstockphotos
Ilustrasi. Ada seruan boikot produk-produk China yang disuarakan oleh sejumlah pengusaha India. Seruan boikot ini mendorong potensi meletupnya perang dagang negara tersebut dengan Tiongkok. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Ada seruan boikot produk-produk China yang disuarakan oleh sejumlah pengusaha India.

Seruan boikot ini mendorong potensi meletupnya perang dagang negara tersebut dengan Tiongkok.

Apalagi di tengah suasana pemilu, Perdana Menteri India Narendra Modi ikut memanas-manasi isu tersebut dengan melemparkan bola panas kepada publik.

Perusahaan Modal Ventura Gencar Beri Pendanaan ke Start Up

"Sejauh hal tersebut menyangkut sentimen publik terhadap barang-barang Tiongkok, maka kita harus menyerahkannya pada kebijaksanaan sooj-bhooj mereka," kata Modi seperti dikutip South China Morning Post, yang dilansir Kontan, Rabu (17/4/2019).

Komentar Modi ini dinilai politis di tengah suasana pemilu mengingat kuatnya asosiasi pengusaha perdagangan India (CAIT) yang memiliki 70 orang anggota.

Peletup aksi boikot ini sendiri didasarkan pada keputusan Beijing untuk memveto Dewan Keamanan PBB.

Tol Trans Jawa Jadi Magnet, Bakal Ada Kawasan Industri Hingga Properti: UMK Terjangkau

Veto itu upaya untuk menyatakan Masood Azhar, ketua kelompok ekstremis Jaish-e-Mohammed yang bertanggung jawab atas serangan teror Pulwama yang menewaskan 41 pasukan keamanan India, sebagai teroris global.

Meski begitu, telah lama diakui pula bahwa produk buatan China telah merugikan industri kecil di India.

Meskipun sebagian besar analis memperingatkan bahwa boikot tidak akan berhasil.

Industri Digital Teknologi Terus Berkembang, Kompetensi Pencari Kerja Masih Kurang

Akan lebih banyak merugikan India, asosiasi pedagang CAIT telah memanfaatkan komentar Modi untuk menggalang dukungan publik.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved