Berita Video

VIDEO: Tanggapi Kasus Audrey, Psikolog Sebut Pencegahan Anak Lakukan Bully Tergantung Pengasuhan

"Jadi apapun yang terjadi adalah salah orangtuanya. Perundungan itu sebenarnya menunjukkan kekuatan lebih. Ini saya seperti ini," kata Patricia

Kasus perundungan yang menimpa Audrey (14) di Pontianak, menyentak semua orang.
Walaupun sebenernya kasus ini bukan yang pertama.

Seperti yang dikemukakan Psikolog Patricia Yuannita M.Psi. Kasis perundungan bukan hal baru. Sudah ada sejak tahun 1990-an. Tetapi berkembang dengan pesat karena perkembangan ekonomi dan teknologi. Orang-orang menunjukkan siapa yang bisa survive.

Anak remaja memasuki tahapan perkembangan mencari identitas. Siapa sih saya? Lingkungan menentukan eksistensi mereka. Salah satunya media sosial (Medsos). Medsos efektif mengekspresikan mereka.

Sayangnya ketika remaja sedang bermedia sosiao, seringkali tidak diawasi dengan baik oleh orangtuanya.

"Jadi apapun yang terjadi adalah salah orangtuanya. Perundungan itu sebenarnya menunjukkan kekuatan lebih. Ini saya seperti ini," kata Patricia saat bincang santai di Nutrifood Inspiring Center, Senin (15/4/2019).

Film Dokumenter Watchdoc Sexy Killers Tembus 5 Juta Views, Sebut Nama-nama Petinggi Negara

Dilihat dari lingkungan sosialnya pasti ada satu yang lemah dan inilah korban. Ketika korban tidak punya skill apapun akan makin agresif dianiaya.

Dikaitkan dengan pola asuh, memang ada penyebabnya. Remaja yang suka bully biasanya orangtua terlalu permisif atau neglected (melalaikan).

Pola pengasuhan paling baik adalah otorotatif dan demokratif. Di mana anak diberi kebebasan mengekapresikan diri, tidak hanya hitam dan putih. Tetapi sudah bisa diajak diskusi untuk problem solving (pemecahan masalah).

Usia 16-18 tahun mereka seharusnya sudah diajarkan kemandirian. Pola asuhnya harus dua arah. Diajarkan untuk pengambilan keputusan.

Ketika ada kasus bullying solusinya adalah: ini kasus anak-anak. Yang harus diperbaiki adalah komunikasi emosional bukan verbal. Apakah orangtua paham apa yang sedang terjadi anaknya dengan melihat gestur, mimik muka dan perilaku anak. (Lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved