Berita Video

VIDEO: Mahasiswa Deklarasi Golput, Kemudian Diseret Polisi

Mahasiswa dari berbagai latarbelakang organisasi itu mengusung keranda mayat bertuliskan 'Demokrasi Telah Mati'.

Puluhan mahasiswa Majene yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Demokrasi melakukan deklarasi golongan putih (golput) atau tidak memilih pada Pemilu 2019.

Deklarasi itu disuarakan melalui unjuk rasa di bundaran pusat pertokoan Majene, Senin (15/4/2019) sore.

Mahasiswa dari berbagai latarbelakang organisasi itu mengusung keranda mayat bertuliskan 'Demokrasi Telah Mati'.

Berberapa demonstran juga mewarnai tubuhnya dengan cat putih dan merah bertuliskan golput.

Aliansi Mahasiswa Pecinta Demokrasi ini berorasi di bundaran pusat pertokoan. Menyatakan golput dan mengecam seluruh peserta Pemilu 2019 yang dinilai hanya mengumbar janji.

Film Dokumenter Watchdoc Sexy Killers Tembus 5 Juta Views, Sebut Nama-nama Petinggi Negara

Demonstrasi ini berujung ricuh. Saat mahasiswa membentuk simpul dan hendak membakar keranda, polisi lalu mencegat aksi tersebut.

Kasatreskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan dan personelnya merangsek ke kerumunan massa untuk menghentikan rencana pembakaran keranda.

Tindakan itu memunculkan perlawanan dari demonstran. Aksi saling dorong pun terjadi.

Hingga akhirnya, seorang demonstran, Nanda Chaedar diseret dari lingkaran massa. Leher dan tangan Nanda dikunci dan diseret menuju mobil. Mahasiswa Jurusan Hukum Unsulbar itu pun digelandang ke Mapolres Majene.

Hal itu membuat massa aksi makin bersitegang dengan polisi. Tak lama berselang, demonstran pun membubarkan diri.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved