Berita Video

Video : Begini Kebijakan RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Bagi Pemilih Yang Sakit Kejiwaan

Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, Dr Laurentius Panggabean tetap memberikan hak pilih bagi pasien untuk berikan hak pilih.

Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, Dr Laurentius Panggabean mengatakan pihaknya tetap memberikan hak pilih kepada para pasien gangguan jiwa yang menjalani perawatan di RSJ Grogol.

Meski begitu pasien tersebut harus dalam kondisi tenang dan stabil, jika pasien tidak dalam kondisi stabil maka pihak rumah sakit tidak merekomendasikan pasien untuk mengikuti pemilihan umum atau datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya.

"Ganggu jiwa bertaraf tidak stabil itu tidak di anjurkan, kenapa karena jika diikut sertakan tidak bisa seperti yang lain mengikuti proses, tapi jika dia dalam keadaan tenang silahkan itu boleh," kata Laurentius Panggabean saat ditemui, Selasa (16/4/2019).

Meski begitu pihaknya mengaku tidak membatasi atau melarang pasiennya yang akan mengikuti pencoblosan, asal sesuai dengan kondisi fisik stabilitas pasien yaitu kesadaran pasien untuk melakukan aktifitasnya.

Kondisi pasien yang masih dirawat di rumah sakit saat hari pencoblosan kurang lebih sebanyak 70 persen dari 300 kuota pasien sudah terisi. Artinya, sekitar 210 orang gangguan jiwa dirawat di RS Jiwa Soeharto Heerdjan.

Dari jumlah pasien yang di rawat terbagi menjadi tiga, yakni tenang, tenang dan persiapan pulang, serta belum stabil. Jika hingga 17 April pasien belum stabil, pihak rumah sakit tidak akan mengizinkannya untuk keluar karena berisiko. Pasien bisa saja tiba-tiba membahayakan diri sendiri atau orang lain.

"Ketika dia tidak dapat memutuskan menilai daya kemampuan untuk menilai realita. Contohnya halusinasi, itu tidak bisa walaupun dikasih hak yang penting kita tidak boleh membatasi hak orang. Jadi kita berikan hak semua pasien disini, tapi kalo dia mampu, kalo tidak mampu ya tidak diberikan," katanya.

Dikatakan Laurentius, kebanyakan pasien di RSJ Grogol seluruhnya tidak dalam keadaan stabil, sehingga mereka tidak diberikan atau direkomendasikan untuk memberikan hak pilihnya, namun jika pun ada pasien yang sudah tenang dirinya mengaku tetap memfasilitasi haknya.

Dimana pasien itu akan diikut sertakan dalam Pemilu dengan dihadirkan ke TPS yang tak jauh dari RSJ Grogol ataupun mereka bisa mengunakan haknya di domisili masing-masing. Meski begitu hingga saat ini RSJ Grogol tidak ada TPS yang dibangun.

"Tapi Kebanyakan pasien disini belum stabil untuk dibawa keluar. Karena kan kondisi disini mereka di rawat 21 hari, kalo dia baru masuk ya belum bisa jado tergantung massa perawatan, kalo udah stabil mereka bisa pulang. Tapi kalo yang masih disini mereka belum stabil," ucapnya. (JOS)

Penulis: Nur Ichsan
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved