Transportasi

Sungai Musi Dipilih Ditjen Perhubungan Darat sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai

Penataan angkutan sungai di Sumatera Selatan telah dimulai sejak tahun 2018 yang berfokus di kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang.

Sungai Musi Dipilih Ditjen Perhubungan Darat sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai
Istimewa
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menjadikan Sungai Musi, Sumatera Selatan, sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dithen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menjadikan Sungai Musi, Sumatera Selatan, sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai.

Hal tersebut sebagai bagian dari pengawasan dan perbaikan terhadap angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP). Terlebih pasca kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba setahun silam.

“Pemerintah sedang melakukan penataan terhadap angkutan sungai dan danau baik dari sisi regulasi, sarana, prasarana, dan Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan yang telah ditetapkan sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai yaitu di Sungai Musi,” ujar Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Senin (15/4/2019).

Penataan angkutan sungai di Sumatera Selatan telah dimulai sejak tahun 2018 yang berfokus di kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Mangasi Sinaga, mengatakan bahwa kedua lokasi tersebut dipilih karena merupakan simpul aktivitas angkutan sungai di Sumatera Selatan.

Sejauh ini untuk mendukung program penataan angkutan sungai di kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang, telah dilaksanakan beberapa kegiatan.

Seperti perencanaan teknis penataan kawasan, rehab fasilitas dermaga dan peningkatan fasilitas darat, peningkatan SDM operator kapal maupun aparatur petugas melalui Bimbingan Teknis dengan alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar.

Pemilihan kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang juga karena lokasi tersebut titik simpul integrasi aktivitas masyarakat yang didukung dengan integrasi antar moda seperti moda LRT, BRT (Trans Musi), angkutan sungai, pasar dan wisata air.

“Saat ini juga sedang dikembangkan pelayanan e-ticketing integrasi antara LRT, BRT dan Angkutan Sungai yang bekerjasama dengan pihak perbankan berbasis IT,” tambah Mangasi.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved