Sejumlah Warga Bekasi Terdata Mempunyai DPT Ganda

Warga mendapat dua formulir C-6 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Senin (15/4/2019) kemarin sebanyak dua lembar.

Sejumlah Warga Bekasi Terdata Mempunyai DPT Ganda
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Surat suara dan penetapan DPT dinilai masih kacau karena sejumlah kasus DPT ganda. 

Warga Kota Bekasi tidak hanya mengeluh belum mendapat undangan memilih atau formulir C-6 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Namun, mereka juga ada yang terdata sebagai Daftar Pemilih tetap (DPT) ganda.

Seperti yang dialami oleh Endang Sukandi warga Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dia mengaku, mendapat dua Formulir C-6 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Senin (15/4/2019) kemarin sebanyak dua lembar.

"Pertama atas nama Endang Sukandi dan lembar kedua atas nama Sukandi. Masing-masing undangan mencoblos di TPS berbeda," kata Sukandi pada Selasa (16/4/2019).

Atas temuan tersebut, Sukandi melaporkan hal ini ke KPPS untuk ditindaklanjuti.

Tidak hanya itu, warga yang meninggal dunia justru mendapat Formulir C-6 dari KPPS.

Warga atas nama May Alfianti warga Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi ini mendapat Formulir C-6, padahal setahun lalu dia telah meninggal dunia.

"Saya heran kok orang meningal dunia masih bisa dapat Formulir C-6," kata Ramin, tetangga May Alfianti.

Ramin mengaku, dirinya bingung dengan sistem pemberian undangan memilih tersebut.

Seharusnya, KPU memperbarui data, sehingga bagi pemilih yang meninggal dunia tidak diberikan kembali.

"Kalau orang yang meninggal dunia dapat undangan memilih, nanti yang mencoblos siapa?" ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved