Sejumlah Warga Bekasi Mengeluh Mereka Belum Mendapat Undangan Memilih

Mereka mengaku, ada yang belum mendapat Formulir C-6, dan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) jauh dari domisilinya.

Sejumlah Warga Bekasi Mengeluh Mereka Belum Mendapat Undangan Memilih
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi. Sejumlah petugas KPPS tengah mengangkut kotak suara Pemilu 2019. 

Warga Kota Bekasi mempertanyakan mekanisme pembagian undangan memilih atau Formulir C-6 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Mereka mengaku, ada yang belum mendapat Formulir C-6, dan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) jauh dari domisilinya.

Seperti, peristiwa yang dialami Riska Purwanti (22), warga Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi ini.

Berbeda dengan orangtuanya yang memeroleh undangan memilih, Riska justru tidak mendapat Formulir C-6 yang dibagikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Pas Pilkada (pemilihan kepala daerah) tahun lalu saya masih dapat undangan dari KPU untuk nyoblos di TPS," ujar Riska pada Selasa (16/4/2019).

Riska berharap agar KPU melalui KPPS bisa mengupayakan haknya sehingga dia bisa mengikuti pesta demokrasi lima tahunan ini.

Apalagi mengikuti pemilu bagi yang memenuhi persyaratan telah dilindungi oleh UU Dasar 1945.

Sementara itu, Budi, warga Kampung Sawah PLN, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi mengaku, dia mendapat undangan mencoblos di TPS yang jauh dari rumah dengan jarak sekitar 500 meter.

"Dapat TPS di daerah Seroja, sementara rumah di Kampung Sawah. Yah cukup jauh dan saya heran kenapa bisa tercatat sebagai pemilih di sana," kata Budi.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Rumsiah (35) warga Kampung Sawah PLN lainnya. Dia mengaku terkejut begitu tahu mendapat undangan mencoblos di TPS daerah Seroja.

"Dari dulu, saya mencoblos di dekat rumah, tapi baru kali ini nyoblos di daerah lain. Lokasi TPS nya juga di mana, saya tidak tahu karena belum ngecek ke sana," kata Rumsiah.

Rumsiah mengatakan, awalnya dia tidak mendapat Formulir C-6 dari KPPS, sementara sang suami justru mendapat undangan di TPS dekat rumah.

Lantas dia memertanyakan hal ini ke KPPS karena Pilkada 2018 lalu, Rumsiah ikut nyoblos di TPS dekat rumahnya.

"Saat dicek ulang, rupanya nama saya tercatat sebagai DPT di TPS lain di daerah Seroja," imbuhnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved