Sejarah Katedral Notre Dame, Saksi Bisu Peperangan Besar Dunia

Katedral Notre Dame Paris yang terbakar semalam merupakan saksi bisu peperangan besar yang melanda dunia.

Sejarah Katedral Notre Dame, Saksi Bisu Peperangan Besar Dunia
ANTARA FOTO/REUTERS/pras
Kebakaran melanda bangunan Gereja Katedral Notre Dame, Paris, Senin (15/4/2019). Gereja Notre Dam merupakan bangunan kuno yang dibangun pada 1163 pada masa pemerintahan Lois VII. Katedral direnovasi besar-besaran pada tahun 1845. Katedral ini termasuk salah satu gereja roman katolik yang terkenal di seluruh dunia. 

Katedral Notre Dame di Paris tak hanya tempat ibadah umat Katolik.

Bangunan itu sudah menjadi warisan dunia dan menjadi saksi bisu jalannya peperangan besar yang mengguncang dunia.

Bagi warga Eropa dan Perancis khususnya, katedral itu juga merupakan karya seni arsitektur yang tak ternilai harganya.

Wajar bila rakyat Perancis amat bersedih saat bangunan bersejarah itu terbakar, meruntuhkan menara loncengnya yang ikonik dan merusak seluruh bagian atap.

Katedral Notre Dame, Paris.
Katedral Notre Dame, Paris. (istimewa)

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/4/2019), pembangunan Gereja Notre-Dame dimulai pada Abad Pertengahan, tepatnya tahun 1160 pada masa kepemimpinan Uskup Maurice de Sully.

Pembangunannya memakan waktu sampai 200 tahun karena pengerjaan sejumlah detail seperti patung dan lainnya, dan baru rampung pada 1260.

UPDATE Kebakaran Katedral Notre Dame, Menara Runtuh Tapi Salib Utama di Altar Tetap Utuh

Cobaan pertama bangunan itu datang pada saat Revolusi Prancis 1790.

Sejumlah artefak dan benda-benda di dalamnya, seperti patung, dirusak dan dihancurkan oleh massa.

Pada 1804, gereja itu digunakan untuk melantik Napoleon sebagai Kaisar Perancis.

Baru pada 1844 sampai 1864 bangunan itu dipugar oleh arsitek Eugène Viollet-le-Duc.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved