Liputan Eksklusif Pinjaman Online

Ridwan Terbantu Banget oleh Pinjol

Tak semua orang merasa kapok menggunakan jasa aplikasi pinjaman online.

Ridwan Terbantu Banget oleh Pinjol
WARTA KOTA/LILIS SETYANINGSIH
Hadirnya pinjaman online atau bisa juga disebut financial technology (fintech) menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana talangan dengan cepat, mudah, dan aman. 

Ia menjelaskan rata-rata pinjaman online yang resmi bunganya sebesar 10 persen dan denda keterlambatan 1 persen. Tidak seperti yang ilegal bunga bisa 30-40 persen. Denda keterlambatan bisa mencapai 5 persen dari utang.

Selain itu jika pinjaman resmi, lanjut Ridwan, saat mengalami keterlambatan pembayaran melalui proses yang benar seperti jasa peminjaman uang di bank.

"Misalnya telat, pertama di-SMS. Sudah seminggu baru di telepon. Enggak ada nada ancaman atau teror ke seluruh kontak, karena kalau aplikasi gitu kan kontak yang ada di HP (ponsel) kita bisa dibaca atau dikirimi SMS," jelasnya.

Kelebihan lain aplikasi pinjol, khususnya Akulaku, versi Ridwan adalah bisa dimanfaatkan untuk belanja.

"Akulaku kan bisa beli barang juga. Nanti ada limitnya, limit pinjam uang dan limit beli barang. Kalau sudah lama (jadi peminjam), bayarnya lancar tepat waktu, limit suka bertambah," ujar Ridwan.

"Ya semua itu tergantung ke orangnya, tapi kan kalau yang resmi walaupun telat 1 bulan tidak terlalu kaget bengkak bunganya. Beda kalau ilegal, telat beberapa hari saja sudah ribet dan diteror, bunganya gede lagi. Kalau telat sebulan dendanya bisa hampir sama dengan jumlah uang yang dipinjam," sambungnya.

Kepepet saja

Syahrul (35) warga Pondok Gede, sependapat dengan Ridwan. Ia menilai aplikasi pinjol cukup membantu buat mereka yang butuh uang mendadak. Jika melalui bank, prosedurnya sulit dan pencairan harus menunggu waktu yang relatif lama.

"Membantu banget, di bank kan lama. Kalau ini sudah daftar, berhasil verifikasi, terus ajukan (pinjaman), langsung cair enggak sampai hitungan jam uangnya ditransfer ke rekening yang telah didaftarkan," kata Syahrul.

Berbeda dengan Ridwan, ketika aplikasi pinjol bermunculan, Syahrul memilih untuk terlebih dahulu bertanya ke teman-temannya yang pernah menggunakan aplikasi pinjol.

"Saya tanya-tanya dulu, pelajari dulu, karena teman saya ada yang tunggakannya jadi besar dan sampai jual motor buat bayar utangnya. Sampai sekarang sudah lima kali pinjam. Ya kalau kepepet aja, ini kan paling minjam uang Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," ungkapnya. (dwi/m19/maz/jos—bersambung)

Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved