Liputan Eksklusif Pinjaman Online

Pengutang Online Kapok Diteror Debt Collector

Tak selamanya meminjam uang lewat aplikasi pinjol menyenangkan. Ada juga kasus peminjam yang sampai diteror "debt collector".

Pengutang Online Kapok Diteror Debt Collector
Warta Kota
Grafis pinjaman online legal dan ilegal. 

Kuasa Hukum YA, Nasrul Dongoran, mengatakan bahwa kebanyakan para peminjam aplikasi pinjol merupakan ibu rumah tangga berpenghasilan pas-pasan.

Meski begitu ia mengakui aplikasi pinjol sangat bermanfaat, namun perlu adanya pemahaman, aturan, dan perlindungan bagi para peminjam agar tidak terjadi ancaman yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

"Tentu langkah selanjutnya yang kami lakukan yaitu melakukan perlindungan konsumen, saat ini sudah ada 40 orang, baik Jabodetabek maupun luar Jabodetabek," ujar Nasrul.

Tak hanya itu ia juga berharap agar kreditur mengubah cara-cara yang mengintimidasi ketika menagih peminjam.

"Ya kalau bisa lakukan dengan cara yang baik, seperti lakukan pertemuan secara langsung. Yang sudah-sudah nama PT-nya sering berubah-ubah. Kan kami enggak tahu ketika dilunasi dan ada yang menagih lagi bagaimana? Untuk itu langkah kami ini untuk menghentikan intimidasinya," ujarnya.

Sebenarnya bagus

Tak semua orang merasakan duka setelah menggunakan aplikasi pinjol. Eti Sumiati (40), warga Petamburan, Jakarta Pusat, mengaku pernah terbantu. Ia hanya berharap ada aturan yang jelas sehingga membuat penyedia jasa aplikasi pinjol tak mengintimidasi debitur.

"Sebenarnya pinjaman seperti ini bagus. Cuma kan yang jadi permasalahannya bunganya ini besar dan juga kadang intimidasi-intimidasi yang dirasakan membuat orang orang takut, jadi stres dan bingung mau gimana bayarnya," katanya.

"Makanya kalau bisa ada aturan dan perlindungan, menurut saya," tambah Eti Sumiati. (dwi/m19/maz/jos — Bersambung)

Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved