Liputan Eksklusif Pinjaman Online

OJK Blokir 803 Fintech Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing, meminta agar masyarakat mempelajari syarat-syarat yang diberikan aplikasi pinjaman online.

OJK Blokir 803 Fintech Ilegal
KONTAN
Otoritas Jasa Keuangan 

Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing, meminta agar masyarakat mempelajari syarat-syarat yang diberikan aplikasi pinjol.

"Saat ini banyak entitas fintech (financial technology) peer to peer lending ilegal, mereka melakukan transaksi lewat aplikasi tanpa memiliki izin atau terdaftar OJK. Fintech ilegal ini yang harus diwaspadai," kata Tongam di kantor OJK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Terkait aplikasi pinjol ilegal tersebut, pihaknya telah melakukan penelusuran lewat website serta aplikasi, baik Google Playstore maupun Appstore.

Tercatat, ada 803 aplikasi pinjol ilegal yang diduga melakukan kegiatan kejahatan finansial online, yakni sebanyak 404 entitas sepanjang tahun 2018 dan sebanyak 399 entitas hingga Maret 2019.

OJK, lanjut Tongam, telah memblokir aplikasi pinjol tersebut. Pemblokiran aplikasi pinjol ilegal dilakukan bersama Kemenkominfo.

"Hingga Maret 2019 ada 399 entitas yang telah kami tutup, di antaranya 231 entitas pada bulan Februari dan 168 pada bulan Maret ini. Kami umumkan seluruh fintech itu ilegal dan ajukan kepada Kemenkominfo agar melakukan pemblokiran secara rutin," jelasnya.

Ada 106 yang legal

Walau langkah tersebut telah dilakukan, pihaknya masih terus menemukan adanya aktivitas aplikasi pinjol ilegal. Pihaknya berharap kepada perbankan untuk membatalkan pengajuan keuangan aplikasi pinjol yang tidak memiliki rekomendasi OJK.

"Langkah tersebut juga dibarengi dengan laporan pelanggaran transaksi online pada setiap temuan kepada Bareskrim Polri. Kami juga merangkul Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terkait fintech ilegal ini," ungkapnya.

Namun, terlepas dari beragam upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk cermat dalam mengajukan pinjaman online. Salah satunya dengan mengakses aplikasi pinjol legal yang terdaftar di OJK.

Alasannya, aplikasi pinjol legal berada langsung di bawah pengawasan OJK serta AFPI, sehingga mengedepankan keterbukaan informasi, baik terkait risiko hingga tingkat bunga yang ditawarkan kepada masyarakat.

"Saat ini ada 106 fintech legal yang terdaftar OJK dan AFPI, datanya bisa diakses di website OJK. Bagi masyarakat yang tersangkut kasus dengan fintech ilegal bisa melapor ke pihak Kepolisian atau kepada kami," jelasnya. (dwi/m19/maz/jos)

Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved