Kuliner

Inovasi Daging Sisa Menjadi Sate Kuah yang Digemari Sejak Tahun 1965 di Pasar Pagi

"Cara ini bisa disesuaikan denggan konsumen juga, ada juga yang mau dicopot dan disatukan dengan kuah sotonya,"

Inovasi Daging Sisa Menjadi Sate Kuah yang Digemari Sejak Tahun 1965 di Pasar Pagi
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Soto Tangkar dan Sate Kuah H Diding. 

Soto Tangkar dan Sate Kuah Pak H Diding menjadi salah satu stan wisata kuliner yang tampil dalam Festival Jajanan Bango (FJB) 2019 bertema 'Kelezatan Asli Lintas Generasi'.

FJB 2019  digelar di area parkir Squash, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, beberapa waktu lalu.

Anda bakal diajak memanjakan lidah ketika menikmati Soto Tangkar dan Sate Kuah Pak H Diding.

Selain itu, lidah Anda akan berkelana dan bernostaliga ke zaman 1960-an.

Yayat Supriyatna (49) mengisahkan awal perjalanan sang ayah--H Diding--membangun brand Soto Tangkar dan Sate Kuah H Diding.

Sate kuah tersebut  merupakan hasil dari kreasi ayahnya sendiri.

"Awalnya sate kuah itu dari keisengan Papa saya, dulu itu jualannya masih dipikul sekitar tahun 1965," Yayat kepada Warta Kota disela kesibukannya melayani pengunjung GJB.

Sate Kuah H Diding
Sate Kuah H Diding (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Soto Tangkar Tulang Muda

Menurut dia, awalnya ayahnya hanya berjualan berupa soto tangkar. Namun, daging kerap masih tersisa.

"Papa saya berpikir, bagaimana cara mengolah daging sisa biar enggak terbuang," ucapnya.

Awalnya, sang ayah mencoba menusukkan potongan-potongan daging menjadi sate. Lalu, Diding membumbui satenya agar memiliki cita rasa berbeda dan laku dijual.

Halaman
1234
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved