Penodongan

Gerombolan Penodong di Terminal Pulogadung yang Buron adalah Residivis

Polda Metro Jaya membekuk dua orang dari 10 pelaku anggota gerombolan penodong yang kerap menyasar penumpang atau calon penumpang bus

Gerombolan Penodong di Terminal Pulogadung yang Buron adalah Residivis
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Polda Metro Jaya membekuk dua orang dari 10 pelaku anggota gerombolan penodong di Terminal Pulogadung Jakarta Timur yang kerap menyasar penumpang atau calon penumpang bus.

Kedua pelaku anggota gerombolan penodong di Terminal Pulogadung yang dibekuk adalah  J (22) dan HS (34).

Mereka anggota gerombolan penodong di Terminal Pulogadung itu diciduk petugas di terminal tempat mereka biasa beroperasi, Terminal Pulogadung, Rabu (10/4/2019).

Dari tangan mereka diamankan sebilah pisau serta dompet salah satu korban atau hasil kejahatan.

Sementara 8 orang pelaku lainnya yang merupakan anggota gerombolan mereka, masih buron dan dalam pengejaran polisi. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan modus kawanan ini saat beraksi adalah dengan memepet korban bersama-sama lalu menggiringnya ke tempat yang agak sepi. Saat itulah mereka menodongkan senjata tajam atau senjata api ke perut korban dan meminta semua barang berharga korban.

"Dua orang berhasil kami tangkap. Sedangkan 8 orang lainnya masih buron dan masih kami kejar. Beberapa dari 8 orang yang buron itu dipastikan adalah residivis atau mantan narapidana kasus kejahatan serupa," kata Argo, Selasa (16/4/2019).

Karennya tambah Argo, mereka yang buron ini adalah pelaku kejahatan yang cukup berbahaya.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan atas dua pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa kawanan ini sudah sekitar 20 kali beraksi melakukan penodongan di Terminal Bus Pulogadung sejak awal 2019.

"Mereka mengaku sudah 20 kali beraksi di Terminal Pulogadung. Dan mereka akui juga ada beberapa korban yang terpaksa mereka lukai dengan senjata tajam karena berupaya melawan dan memberontak," kata Argo.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved