Ada Puluhan TPS di Wilayah Kota Depok yang Rawan Kericuhan

Tapi kita sudah siapkan pengamanan. Enggak usah takut, enggak usah ragulah. Untuk di Depok ada sekitar 60-an TPS yang rawan

Ada Puluhan TPS di Wilayah Kota Depok yang Rawan Kericuhan
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono saat berkunjung ke Kampung Pemilu Nusantara, yang terletak di Jalan Nenas, RW 03 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (16/4/2019). 

Dari total 5.775 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kota Depok, terdapat lebih dari 60 TPS yang berpotensi rawan kericuhan.

Meski demikian, angka itu masih jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah TPS rawan di DKI Jakarta yang mencapai 389 titik rawan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, di sela-sela kunjungannya ke Kampung Pemilu Nusantara, yang terletak di Jalan Nenas, RW 03 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (16/4).

"Kita membagi ada TPS yang aman, rawan, dan sangat rawan. Di DKI Jakarta ada 389 titik rawan. Itu tersebar di beberapa Polres. Tapi kita sudah siapkan pengamanan. Enggak usah takut, enggak usah ragulah. Untuk di Depok ada sekitar 60-an TPS yang rawan," ujar Gatot.

Gatot menjelaskan, penentuan status kerawanan Pemilu dilakukan dengan menghitung variabel-variabel.

"Umpamanya di TPS itu antara pendukung A dan pendukung B, kalau salah satu dominan biasanya itu relatif aman. Tapi kalau pendukungnya seimbang itu kita kategorikan rawan dan kita lakukan penebalan personel," jelas Gatot.

Bila potensi kerusuhan di sebuah TPS sangat tinggi, lanjutnya, otomatis jumlah kekuatan yang dikerahkan juga makin besar.

"Kalau kerawanannya lebih tinggi, mungkin ada sejarah konflik disana, atau ada isu-isu yang sensitif, kita lakukan penebalan lagi. Baik itu anggota kita lekatkan ke lokasi, maupun melakukan kegiatan-kegiatan patroli," terangnya.

Pasukan penindak

Irjen Gatot Eddy Pramono menyampaikan, bila dalam proses pemungutan suara ada pihak yang mengganggu atau mengintimidasi pihak lain, polisi dapat melakukan teguran hingga penangkapan.

"Di TPS kan ada Gakkumdu, ada Bawaslu, ada polisi, ada kejaksaan. Pertama dibawa dulu ke Gakkumdu. Di Bawaslu ini nanti dibahas apakah terpenuhi unsur-unsur, baru nanti diserahkan ke polisi. Di polisi nanti dilakukan penyidikan, kalau terpenuhi unsurnya nanti kita serahkan kepada kejaksaan," jelas Gatot.

"Tapi kalau ada orang yang bertindak anarkis ya, kita telah menyiapkan juga pasukan tindak kita, dan kita akan melakukan tindakan sesuai dengan SOP yang sudah ada," tegasnya.

Pun demikian, dikatakan Gatot, sejauh ini situasi Ibu Kota dan sekitarnya dalam taraf aman. Dia berharap situasi ini tetap terjaga hingga seluruh tahap Pemilu rampung.

"Sampai sekarang belum ada temuan yang menonjol. Semuanya relatif kondusif. Kotak suara sedang berjalan menuju TPS masing-masing dan ada juga yang sudah sampai di TPS-nya dan sudah diamankan dan dijaga oleh Linmas maupun petugas polisi dan dipatroli oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa," katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved