Tip Otomotif

Untuk Pemilik Mobil Matik, Jangan Lupa Ganti Oli Transmisi jika Tak Mau Alami Ini

BAGI pemilik mobil transmisi otomatis, diingatkan untuk tidak lupa mengganti oli transmisi matik, agar komponen tersebut lebih cepat rusak.

Untuk Pemilik Mobil Matik, Jangan Lupa Ganti Oli Transmisi jika Tak Mau Alami Ini
Istimewa
ILUSTRASI Ganti oli 

Jika sering telat mengganti maka pelumasan di dalam transmisi tidak dapat bekerja dengan optimal. Jangka panjangnya, mengalami kerusakan yang cukup parah.

BAGI pemilik mobil transmisi otomatis, diingatkan untuk tidak lupa mengganti oli transmisi matik. Jika tidak teratur, maka efek jangka panjang akan terjadi, yakni komponen tersebut lebih cepat rusak.

Pasalnya, pelumasan untuk transmisi matik itu harus tetap terjaga dengan benar, jangan sampai kualitas kandungan oli yang mengalir di dalam berkurang, karena kinerjanya pun akan menurun.

"Sebaiknya diganti setiap kelipatan 80.000 km. Jangan sampai lebih dari itu, efeknya bisa merugikan karena akan cepat rusak," ujar Deni Adrian Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, ketika dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Deni menjelaskan interval pergantian oli transmisi matik berbeda dengan pelumas untuk mesin.

Siklus Ganti Oli Mobil Sering Kena Macet Ternyata Berbeda

ILUSTRASI Ganti oli
ILUSTRASI Ganti oli (Mobilku.org)

Menurut Deni, pergantian oli mesin dilakukan setiap kelipatan 10.000 km, dan harus diimbangi dengan pergantian filter oli.

"Kebanyakan dari pemilik mobil matik, lupa untuk mengganti oli padahal sudah waktunya. Jadi sebaiknya diingatkan lagi dan jangan sampai kelewat," ucap Deni.

Setiap 80.000 Km

Ungkapan serupa juga dikatakan Anjar Rosjadi Executive Coordinator Technical Service Division Astra Daihatsu Motor (ADM), oli transmisi sebaiknya diganti setiap 80.000 km.

"Pergantian oli transmisi matik tidak sesering oli mesin. Cukup hanya setiap 80.000 km saja, itu sudah jauh lebih baik," kata Anjar kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jika sering telat mengganti maka pelumasan di dalam transmisi tidak dapat bekerja dengan optimal. Jangka panjangnya, mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Transmisinya menjadi rusak, karena pelumasan di dalamnya tidak sempurna lagi," ujar Anjar. (Aditya Maulana)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved