Perburuan Hiu

Terancam Punah, LIPI Keluarkan Rekomendasi Kurangi Perburuan Hiu di Indonesia

Rekomendasi dikeluarkan untuk mengurangi perburuan Hiu Lanjaman karena 30 persen populasi hiu di dunia terancam mengalami kepunahan.

Terancam Punah, LIPI Keluarkan Rekomendasi Kurangi Perburuan Hiu di Indonesia
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mengeluarkan Non-Detriment Finding (NDF) atau rekomendasi pembatasan perburuan Hiu Lanjaman di perairan Indonesia. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

TANJUNG PRIOK, WARTAKOTALIVE.COM -- Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan dokumen Non-Detriment Finding (NDF) atau rekomendasi pembatasan perburuan Hiu Lanjaman di perairan Indonesia.

Rekomendasi dikeluarkan untuk mengurangi perburuan Hiu Lanjaman karena 30 persen populasi hiu di dunia terancam mengalami kepunahan.

Rekomendasi semacam ini menjadi yang pertama kali dikeluarkan di Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah mengatakan perlindungan Hiu Lanjaman menjadi isu internasional melalui mekanisme bernama Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES).

“CITIES memasukkan 12 spesies hiu dalam kategori Apendix II yakni spesies yang mungkin terancam punah bila tidak dimasukkan dalam daftar perlindungan dan perdagangannya terus berlanjut,” katanya, Senin (15/4).

Berdasarkan data yang ada, 9 dari 12 spesies hiu berada di perairan Indonesia.

Adapun Statistik Perikanan 2015, menyatakan 60 persen produksi hiu di Indonesia adalah Hiu Lanjaman.

Sehingga perlu ada rekomendasi batasan penangkapan hiu di Indonesia.

“LIPI merekomendasikan hiu tetap bisa ditangkap namun dengan syarat total 80 ribu tangkapan untuk tahun 2019 dengan syarat minimal panjang dua meter dan berat 50 kilogram,” ujar Dirhamsyah.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono menambahkan syarat jumlah tangkapan 80 ribu pada tahun 2019 telah mencakup minimal 75 persen jumlah populasi Hiu Lanjaman yang berada di Indonesia.

“Maka nanti kita evaluasi juga, apakah jumlah tersebut kemudian mengganggu populasinya atau tidak," tuturnya.

Indikator terganggunya populasi hiu dapat dilihat dari ukuran tangkapan.

Apabila Hiu Lanjaman yang ditangkap ukurannya makin hari makin kecil, maka populasi binatang tersebut mengalami gangguan karena jumlah hiu dewasa yang berkurang.

“Karena pada ukuran itu setidaknya hiu sudah dewasa dan dua kali melakukan reproduksi. Jadi kalau ditangkap, dia sudah sempat menghasilkan hiu generasi berikutnya,” tambahnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved