Pemilu 2019

Surat Suara Tercoblos di Malaysia Dianggap Sampah, Tak Dihitung

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyebut surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah.

Surat Suara Tercoblos di Malaysia Dianggap Sampah, Tak Dihitung
Warta Kota/Alex Suban
Karyawan percetakan memeriksa surat suara tambahan di Percetakan PT Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019). 

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyebut surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah.

Alasannya, menurut Ilham, karena surat suara belum bisa dipastikan keasliannya. Mengingat, KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu.

"Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja," ujar Ilham kepada wartawan, Minggu (14/4/2019).

Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Prabowo: Pertandingan Belum Mulai, Kita Sudah Tahu Golnya Berapa

Kata Ilham, tak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, tidak akan mempengaruhi ketersediaan surat suara, khususnya untuk metode pemungutan lewat pos.

"Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada," katanya.

Meski demikian, kondisi itu tidak mempengaruhi proses pemungutan suara khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia, karena proses demokrasi itu tetap berjalan.

Prabowo Isyaratkan AHY Bakal Masuk Pemerintahannya, Fadli Zon Dia Bilang Banyak yang Enggak Suka

Proses pemungutan suara di Malaysia berlangsung sesuai jadwal, yaitu pada Minggu (14/4/2019) kemarin.

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari juga terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara.

Sebelumnya, KPU mengutus dua komisionernya, yakni Ilham Saputra dan Hasyim Asy'ari, untuk melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu.

Ini Penyebab 1.403 Pasutri Kota Bekasi Bercerai pada Januari-Maret 2019, Bukan karena Pilpres

Namun, kedua komisioner itu tidak diberikan akses oleh kepolisian setempat, dan KPU memaklumi hal tersebut karena merupakan wilayah yuridiksi Malaysia.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved